Logo

Masalah Modal Tantangan Usaha Rakyat Berbasis Budaya

Mendagri Tjahjo Kumolo (dua dari kanan) dan Menko PMK Puan Maharani (tiga dari kanan) saat pembukaan Pekan Produk Budaya Nusantara Expo dan Forum 2016 di TMII Jakarta, pada Rabu (19/20).

Mendagri Tjahjo Kumolo (dua dari kanan) dan Menko PMK Puan Maharani (tiga dari kanan) saat pembukaan Pekan Produk Budaya Nusantara Expo dan Forum 2016 di TMII Jakarta, pada Rabu (19/20).

bengkulunews.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Puan Maharani mengungkapkan, masalah umum yang dihadapi dalam usaha rakyat berbasis budaya adalah permodalan. Padahal pemerintah dan pelbagai pihak dapat berperan dan membantu masalah tersebut.

“Saat ini pemerintah sedang memberikan Kredit Usaha Rakyat sebesar 120 triliun,” kata menteri Puan saat menyampaikan sambutan pembukaan Pekan Produk Budaya Nusantara Expo dan Forum 2016 di TMII Jakarta, pada Rabu (19/20).

Akses permodalan tersebut, lanjut Puan, dapat dioptimalkan melalui pendampingan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM. Kemudian, untuk peningkatan kualitas produk, ada Kementerian Perindustrian yang dapat berperan.

Dalam hal pemasaran produk budaya, peran Kementerian Perdagangan melakukan promosi. Bersama Kementerian Pariwisata, penguatan usaha rakyat berbasis budaya, bisa dipercepat.

“CSR perusahaan swasta juga dapat kita arahkan untuk membantu desain produk dan kemasan,” imbuhnya.

Menko PMK juga berharap, pemerintah dan masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dalam mengembangkan dan melestarikan warisan budaya. Produk budaya, selain sebagai ekspresi nilai budaya, juga diharapkan bisa memiliki nilai ekonomis yang memberikan manfaat pada kesejahteraan dan pebangunan. (mal)