Logo

Launching dan Cupping Kopi Semang

BENGKULU – Lembaga Kajian, Advokasi Edukasi (LivE) menggelar kegiatan Launching dan Cupping Kopi Semang, dan Dialog Kebijakan, Senin (27/05/2024).

Kegiatan itu merupakan program memperkuat inisiatif Perempuan Desa Penyangga Hutan Membangun Desa Kopi Tangguh Iklim dan Usaha Kopi Semang.

Selain itu, sejumlah barista kopi di Kota Bengkulu juga mencoba langsung penyajian kopi semang hasil usaha yang dibuat oleh petani kopi di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Sebutan kopi semang diambil dari tradisi menyemang kopi, yakni tradisi memungut biji kopi yang kulit berwarna merahnya sudah habis di makan oleh hewan dan telah terfermentasi secara alami di tanah perkebunan kopi.

Biji kopi robusta satu ini juga tentunya memiliki ciri khas dari wangi dan rasanya yang berbeda dibanding kopi pada umumnya.

Penyajian kopi semang ini tentunya dilakukan sebagai upaya mengenalkan langsung ke masyarakat hasil kreatifitas petani kopi Kepahiang.

“Kopi semang ini mulai banyak diketahui semenjak tahun 2020 kemarin,” kata Supartina, Ketua Koalisi Perempuan Petani Desa Kopi Tangguh.

Kedepan diharapkan bantuan dari berbagai pihak terhadap inisiatif membangun desa kopi tangguh iklim dan usaha kopi semang.