KPID Bengkulu Gandeng Bhabinkamtibmas Sosialisasi Peralihan TV Analog ke TV Digital

BENGKULU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai gencar mensosialisasikan migrasi TV Analog menuju TV Digital kepada masyarakat.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi yang mudah, KPID Bengkulu menggandeng Bhabinkamtibmas di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai wilayah layanan yang terdampak Analog Switch-off (ASO).

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyampaikan, tv digital menjadi wadah informasi yang berkulitas secara menyeluruh. Masyarakat dapat menikmati layanan TV digital, melalui perangkat TV tabung ataupun TV LCD dengan menggunakan perangkat tambahan, yaitu Set Top Box (STB).

Sementara, keterlibatan para Bhabinkamtibmas tersebut memang sangat penting, sebab menurut Rohidin, Bhabinkamtibmas lebih efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kita ingin melibatkan pihak kepolisian, terutama Bhabinkamtibmas, karena inikan jajaran pihak Kepolisian yang betul-betul berada di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Rohidin, Selasa (4/10).

Sementara Wakil Ketua KPID Bengkulu, Ponika Toyib berharap para Bhabinkamtibmas dapat memberikan sosialisasi informasi yang benar kepada masyarakat dan meminta masyarakat segera membeli STB untuk mengganti siaran TV Digital.

Sebab Ponika menyebut, program migrasi ke TV Digital yang diberi nama Analog-Switch-Off ini akan memberi pengalaman menonton yang lebih berkualitas dari segi gambar dan audio. Karena gambar dan audio yang dihasilkan akan lebih jernih dan tajam dari TV Analog.

“Jadi karena Bhabinkamtibmas itu sangat dekat dengan masyarakat, maka kami berharap mereka akan menyampaikannya kepada masyarakat dengan baik. Segera minta masyarakat beli STB itu supaya mereka bisa nonton,” kata Ponika.

Nantinya Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memberikan STB secara gratis sebanyak lima belas ribu kepada masyarakat kurang mampu khususnya di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Baca Juga
Tinggalkan komen