Logo
Dempo Xler

Komisi III Desak Pemerintah Tutup Penunggak Royalti

Komisi III Desak Pemerintah Tutup Penunggak Royalti

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Banyaknya perusahaan dan tambang yang masih belum menyelesaikan tunggakan melunasi royalti terhadap Provinsi Bengkulu, Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu mendesak pemerintah daerah Provinsi Bengkulu untuk bertindak tegas dengan menutup sementara perusahaan tambang sampai tunggakannya diselesaikan.

“Saya kira pemerintah harus tegas, karena jika dibiarkan perusahaan tersebut akan keenakan dan tidak akan membayar tunggakannya sebagai kewajiban mereka,” anggota komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Edi Sunandar Rabu (15/3/2017).

Perusahaan pertambangan yang secara berkala akan menyebabkan kerugian terhadap Provinsi Bengkulu, pasalnya royalti tersebut merupakan salah-satu pendapatan bagi Bengkulu, jadi kalau pemerintah tidak segera tegas terhadap mereka, berarti pemerintah akan membiarkan provinsi ini merugi.

“Menurut catatan kami, tunggakan royalti yang hingga saat ini masih belum diselesaikan oleh pihak terkait itu mencapai Rp86 miliar lebih dan itu tidak sedikit,” lanjut Edi.

“Jadi, kami rasa pemerintah perlu untuk memberikan sok terapi terhadap perusahaan tersebut dengan menghentikan operasionalnya sebelum mereka menyelesaikan tanggung jawabnya terhadap Provinsi Bengkulu,” lanjutnya lagi.

Tidak hanya itu, lanjut Edi, kedepannya harus membatasi muatan dari pada mobil operasional pertambangan tersebut, karena menurutnya mobil operasional dari perusahaan tambang tersebut sudah melampaui kapasitas yang diperbolehkan dan ini yang membuat jalan-jalan provinsi menjadi rusak sedemikian parah.

“Bobot muatan yang diperbolehkan itu hanya 8 ton akan tetapi banyak mobil operasional pertambangan itu mencapai 12-13 ton, ini yang membuat jalan menjadi rusak sebelum waktunya,” terangnya.

“Saya kira ini perlu diperhatikan dan butuh ketegasan dari pemerintah, karena jika dibiarkan berlarut akan berdampak kerugian bagi provinsi dengan royalti dan biaya perbaikan yang tidak seimbang,” ujarnya.