Logo

Kasus Yuyun, Dorong Gerakan SOS “Bahaya Kekerasan”

bengkulunews.co.id – Aksi ‘Save Our Sister’ digelar di tepi Pantai Zakat, Teluk Goba Kota Bengkulu. Ratusan aktivis membubuhkan tandatangan sebagai ungkapan Stop Kekerasan. Siswa siswi berbagai SMP dan SMA juga mempersembahkan pusisi dan lagu sebagai ungkapan duka atas kepergian YY.

“Negara harus hadir ditengah kondisi darurat kekerasan ini, kekerasan seksual, kekerasan terhadap anak serta kekerasan-kekerasan lainnya. SOS sebagai tanda bahaya ini memang saat ini sudah kondisi berbahaya, darurat,” kata Susi Handayani, Direktur Yayasan Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu pada Rabu 4 Mei 2016.

Kondisi darutat kekerasan yang ia maksud bukan karena akumulasi kasus, menurutnya untuk kekerasan adalah ‘zero tolerance’ (tak ada toleransi). “Kasus yang dialami YY adalah momen, sudah banyak kasus sebelumnya dan ini harus kita hentikan. Buat kami, kekerasan itu tak bisa ditoleransi, jangan sampai terjadi,” ungkapnya.

Untuk diketahui Aksi solidaritas sebagai dukungan kemanusiaan untuk almarhumah Yuyun digelar serentak se-Indonesia. Juga sebagai ‘warning’ darurat kekerasan.(122)