Kalah Saing dengan Thailand, Pengusaha Kumbang Tanduk Bengkulu Keluhkan Kuota Ekspor

Penulis : Cindy

Salah satu jenis Kumbang Tanduk Milik UMKM Kumbang Dempo, Bengkulu. Kumbang ini diekspor hingga ke Jepang. Foto, BN

BENGKULU – Pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah CV. Kumbang Dempo, Murniwan menuturkan sudah mulai melakukan pengiriman Kumbang Tanduk ke luar negeri sejak tahun 2021.

Dalam proses pengiriman tersebut terdapat beberapa kendala, salah satunya adalah sedikitnya kuota yang diizinkan pemerintah untuk melakukan Ekspor.

Menurutnya Pemerintah seharusnya mempermudah UMKM tersebut, apa lagi usaha Kumbang Tanduk ini merupakan potensi untuk menembus pasar dunia.

“Minta tolong sama pemerintah mengenai masalah kuota itu, kalau bisa jangan sedikitlah. Karena kebutuhan untuk pasar internasional, biayanya juga lumayan besar,” kata Murni pada Bengkulunews.co.id Selasa (08/11/22) siang.

Belum lagi Ia harus menerima kerugian dari Kumbang Tanduk yang mati akibat terlalu lama di dalam toples penyimpanan.  Ini terjadi saat proses perizinan ekspor dimulai.

Murni mengaku setelah survey BAP selesai, ia harus menunggu persetujuan dari intansi terkait hingg ke kementerian. Proses ini biasanya memakan waktu berbulan-bulan.

“Sambil menunggu proses keluar negeri ini, banyak kumbang yang mati, jadi rugi. Kalau bisa proses untuk pengiriman itu dipercepat,” ungkapnya.

Ia khawatir, usahanya ini kalah saing dengan pengusaha asal Thailand. Murni mengatakan bahwa negara tersebut memiliki kebebasan dalam mengekspor kumbang tanduk. Sehingga peluang mereka dalam memenuhi kuota permintaan Jepang terpenuhi.

“Karena ini bukan barang yang dilindungi, tetapi hama. Tolong didukung dari pemerintah. Untuk jenis dan jumlahnya banyak tersebar,” demikian Murni.

Baca Juga
Tinggalkan komen