Hobi Koleksi Bawa Benny Raih Untung dari Sepatu Bekas

Penulis : Cindy

Toko Sepatu Bekas milik Beny. Foto, Cindy/BN

Sepatu merupakan salah satu barang yang dibutuhkan masyrakat, untuk melindungi kaki dari debu maupun kotoran. Sepatu dapat ditemukan dengan mudah di berbagai toko di Mall, dengan banyak pilihan model.

Tapi bagaimana dengan sepatu second ya? Apakah banyak peminatnya dibanding sepatu baru?

Pemilik toko Sepatu Second Branded, Benny Satria (36) mengatakan awal berdiri usahanya tersebut dari hobi mengoleksi sepatu branded.

Ia memulai jual beli sepatu second branded mulai dari rumahnya pada tahun 2020. Setelah itu usahanya mulai berkembang dan membuka toko di Jalan Kapuas Raya No.25 Padang Harapan Bengkulu.

“Terus juga kita ingin mengenalkan kepada masyarakat Bengkulu, mengenai apa saja jenis dan model sepatu. Bengkulu sendirikan belum update ya mengenail hal tersebut, tahu cuman beberapa,” kata Benny saat berbincang dengan Bengkulunews.co.id Senin (07/11/22) siang.

Dalam mengawali usahanya ini Ia harus mengeluarkan modal sebesar Rp150 juta dan mengambil barang tersebut langsung dari luar negeri.

Tentunya banyak suka duka yang dialaminya dalam meniti karir tersebut, salah satunya adalah ketika Benny harus menerima sepatu dengan kondisi rusak.

Belum lagi pengiriman barang dari luar negeri memakan waktu sekitar tiga minggu karena tertahan di kapal. Selain itu kekurangan dari usaha ini adalah setiap model sepatu hanya memiliki satu ukuran saja.

“Nah kadang ada konsumen yang suka dengan model barangnya ukurannya tidak ada. Makanya kita ambil variasi jadi banyak pilihan lain dengan berbagai macam model. Kadang juga dapet sepatu yang jelek, terpaksa harus muter otak supaya bisa balik modal aja,” tuturnya.

Benny menuturkan biasanya dalam satu bal Ia mendapatkan 10 pasang sepatu yang mengalami kerusakan pada bagian telapak. Jika sudah lepas atau sobek maka barang tidak bisa dijual dan akhirnya menumpuk di gudang.

“Nyawa kan di telapak sepatu ya, kalau sudah copot tidak bisa dipakai lagi. Mereka itu maunya walau second tapi masih layak dipakailah,” jelas Benny.

Walaupun begitu usahanya ini tetap berkembang. Dalam sebulan Ia mendapatkan keuntungan per bal sekitar Rp10 sampai Rp15 juta. Harga sepatu yang dijual berkisar Rp150 ribu hingga jutaan rupiah, sudah dalam kondisi bersih.

Banyak pilihan jenis branded terkenal yang dapat dipilih konsumen saat berkunjung, seperti Nike, Jordan, Puma, Guci hingga New Balance.

“Sepatu yang harga jutaan itu barangnya tidak masuk Indonesia, kalaupu ada mahal. Nah kita maunya ini walaupun sepatu second tapi branded. Berkualitas biar second juga masih layak pakai. Inilah sepatu second branded yang kita jual dengan harga terjangkau,” tuturnya.

Dalam sebulan Ia selalu mengisi stok dua sampai tiga bal, agar sepatu yang dipajang selalu terbaru. Tidak hanya berjualan di toko, Benny juga menjual sepatu second branded ini lewat sosial media yang dapat dijumpai pada akun Instagram dan Facebook. Tokonya tersebut buka dari pukul 09.00 wib hingga 21.00 wib.

“Kita minta dari sana sebelum dikirim dicuci dulu sama mereka, jadi samai sini sudah bersih dan amanlah dari kuman. Kalau bicara untung alhamdullilah ada ya, kita juga tidak ambil banyak yang penting perputarannya cepat,” ucap Benny.

Pilihannya untuk keluar dari tempat kerjanya dan membuka usaha sepatu second branded tersebut, rupanya tidak sia-sia. Benny berharap kedepan usahanya tersebut dapat dibuka di daerah lain.

“Harapnya saya tentunya bisa buka cabang ke daerah-daerah dan membangun UMKM. Sudah banyak juga mungkin yang membuka usaha seperti ini dari rumah kan, cuman menurut saya penting kalau mau bukan seperti ini relasi kita harus banyak,” demikian Benny.

Baca Juga
Tinggalkan komen