Logo

Gubernur Bengkulu Buka Rakor Ketenagakerjaan dan Transmigrasi

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka secara langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Senin (10/06/2024) malam.

Rapat Koordinasi diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, membahas terkait singkronisasi arah kebijakan dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja – PD) pada tahun 2025 nanti.

Dikatakan Rohidin, rapat ini adalah agenda tahunan yang sudah terprogram untuk mensingkronkan kemudian mensinergikan program kerja, sehingga dibidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi melibatkan kesemua Kepala Dinas di Kabupaten/Kota Bengkulu.

“Ini sebenarnya rapat tahunan yang sudah terprogramkan , bagaimana mensingkronkan kemudian mensinergikan program, tinggal lagi melibatkan kesemua Kepala Dinas yang membidangi itu baik Kabupaten/Kota Bengkulu, ” ujar Rohidin.

Ia juga menyampaikan untuk pemetaan tenaga kerja, pengangguran, serta peningkatan potensi untuk di dunia kerja, dan memastikan kelulusan perguruan tinggi yang semakin banyak memiliki kesiapan dalam persyaratan sertifikat K3 dan lainnya.

“Dan juga saya katakan untuk pemetaan ketenagakerjaan terkait pengangguran terbuka, seperti apa peningkatan potensi didunia kerja, dan memastikan kalau kelulusan perguruan tinggi yang semakin banyak memiliki kesiapan dalam persyaratan sertifikat K3 dan lainnya,” ucap Rohidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu Syarifudin menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mensingkronkan program-program agar sampai kepusat, serta diutamakan untuk membuat konsensus kesepakatan bahwa program tersebut akan di upayakan bersama-sama.

“Kegiatan ini untuk mensingkronkan program-program untuk kita sampai ke pusat, insya Allah untuk pertama kita membuat konsensus kesepakatan bahwa program ini kita keroyokan bersama-sama,” ujar Syarifudin.

Ia juga menjelaskan rakor tersebut ada beberapa usulan program terkait seperti pembinaan ketenagakerjaan, dan pembinaan transmigrasi serta penempatan yang baru.

“Pertama dalam pembinaan ketenagakerjaan dan pembinaan transmigrasi serta penempatan yang baru itu di usulkan,” lanjut Syarifudin.

Kemudian Syarifudin menegaskan untuk peningkatan pengangguran yang ada di Bengkulu sebesar 3,4 persen yang berjumlah 37.400 orang, akan di Maintenance untuk siap mendapatkan pekerjaan.

“Kalau tingkat pengangguran kita masih rata-rata di bawah nasional, untuk di Bengkulu masih 3,4 persen yang berjumlah 37.400 orang, ini yang akan kita Maintenancekan supaya mereka siap kerja,” tutup Syarifudin. (Handi)