Logo
Dempo Xler

Gara-gara Perang Ukraina, Jurnalis Rusia Jual Medali Nobel Perdamaian

Nobel Peace Prize winner Dmitry Muratov, editor-in-chief of the influential Russian newspaper Novaya Gazeta, poses for a picture next to his 23-karat gold medal before it is auctioned at the Times Center, Monday, June 20, 2022, in New York. (AP Photo/Eduardo Munoz Alvarez)

Nobel Peace Prize winner Dmitry Muratov, editor-in-chief of the influential Russian newspaper Novaya Gazeta, poses for a picture next to his 23-karat gold medal before it is auctioned at the Times Center, Monday, June 20, 2022, in New York. (AP Photo/Eduardo Munoz Alvarez)

Pemimpin redaksi surat kabar independen Novaya Gazeta di Russia, Dmitry Muratov menjual medali nobel perdamaian miliknya sebesar $103.5 million atau Rp1.5 triliun.

Dilansir bbc.com, Muratov mengatakan hasil penjualan medali yang didapatnya sebagai pejuang kebebasan berekspresi di Russia pada 2021 ini untuk membantu pengungsi dari perang di Ukraina. Heritage Auctions yang mengadakan penjualan tersebut tidak merinci lebih jauh siapa pembeli medali ini.

Muratov adalah salah satu pendiri surat kabar Novaya Gazeta pada tahun 1993 setelah kejatuhan Uni Soviet. Novaya Gazeta
berhenti beroperasi tidak lama setelah invasi Russia ke Ukraina.

Keputusan ini diambil setelah Moskow menyebut siapa saja yang menggambarkan Russia dan Ukraina sebagai perang akan disanksi berat. Kremlin mengatakan, ini hanya operasi militer spesial.

Dalam sebuah video yang dirilis Heritage Auctions, Muratov mengatakan penjualan medali ini akan menguntungkan untuk anak-anak terlantar Ukraina

“Pesan yang paling penting hari ini untuk semua orang yang mengerti bahwa ada perang yang sedang terjadi dan kita harus
membantu orang yang paling menderita,” sampainya.

Sebelumnya, Muratov memenangkan nobel perdamaian ini bersama jurnalis asal Filifina yang mendirikan media onlien Rappler, Maris Ressa.

Muratov dan Ressa merilis hasil investigasi yang mengundang kemarahan pemimpin negaranya masing-masing. Aksi ini menjadi simbol dari perjuangan kebebasan berekspresi.