Logo
Dempo Xler

Derita Nelayan, Setelah Harga BBM Mahal, Kini Sulit Didapat dan Tangkapan Berkurang

Derita Nelayan, Setelah Harga BBM Mahal, Kini Sulit Didapat dan Tangkapan Berkurang

BENGKULU – Para nelayan di Kelurahan Pantai Malabero Kota Bengkulu semakin kesulitan mencari pendapatan karena semakin kurangnya hasil tangkapan ikan di laut.

Hal tersebut tidak hanya dipicu naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), namun juga sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis solar dan pertalite di SPBU.

Kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi yang dilakukan Pemerintah Indonesia membuat masyarakat dan nelayan makin hidup serba terbatas.

Seperti disampaikan Nepo, salah seorang nelayan di Pantai Malabero Kota Bengkulu, naiknya harga BBM membuat ia harus mengurangi jarak mencari ikan di laut.

Meski dengan jarak yang jauh, namun hal itu justru membuat mereka rugi. Karena hasil tangkapan yang tidak pasti.

“Kini BBM itu susah, susah didapat. Bukam hanya mahal. Nelayan itu sekali berangkat jika sekitar 10 mil itu menghabiskan minyak 30 liter. Iya kalau ikan itu banyak dapat. Kalau tidak, rugi. Minyak lah mahal, sulit, tangkapan tidak pasti,” keluh Nepo, Sabtu (24/09).

Nelayan berharap pemerintah segera mengambil kebijakan dan solusi yang baik untuk semua masyarakat agar tidak ada yang dirugikan seperti saat ini.