Bengkulu #KitoNian

Apa Imbas Kenaikan Suku Bunga The Fed? Investor Pemula Wajib Tahu Ini

IDX.IHSG

BENGKULU – Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuann hingga 50 basis poin (bps) atau 0,5% pada Maret mendatang. Tindakan ini diambil berdasarkan kondisi ekonomi dan tingkat inflasi tahunan.

Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Bengkulu, Bayu Saputra mengatakan, kebijakan The Fed ini diprediksi akan memberikan pengaruh pada penurunan Index Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Nah kalau itu terjadi, banyak dana asing yang keluar dari Indonesia. Akibatnya saham bisa koreksi turun harganya,” kata Bayu pada bengkulunews.co.id, Rabu (9/02/2022).

Bayu menjelaskan, kebijakan ini nantinya akan berpengaruh, namun penurunan IHSG diperkirakan tidak akan terlalu besar. Bayu membandingkan efeknya dengan koreksi IHSG saat pandemi melanda Indonesia.

“Tidak anjlok sih seperti waktu Covid-19. Biasanya ada penurunan, tapi tidak akan terlalu besar dampaknya, dan efeknya biasanya temporer,” jelas Bayu.

Selain dari kebijakan The Fed, hal lain yang dapat mempengaruhi harga saham yakni pelemahan nilai tukar rupiah. Bayu mengingatkan para investor untuk tidak salah langkah dengan memperhatikan kedua hal tersebut.

“Pelemahan nilai tukar juga perlu diperhatikan oleh investor. Kalau rupiah melemah terhadap dollar, maka emiten yang hutangnya di atas 50% dari nilai total aset biasanya akan dirugikan dan sahamnya bisa turun,” kata Bayu.

Sebelumnya, Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan ini menguat hingga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Bursa Efek Indonesia mencatat, IHSG menguat 1,09% atau 73,55 poin ke 6.804,94.

Penguatan ini dipicu oleh kinerja emiten besar dengan laba yang meningkat. Selain itu, ekonomi RI juga diperlihatkan tumbuh 5,02% di Q4 2021, naik dari Q3 2021. Pertumbuhan ini disebut melampaui ekspektasi pasar. Sejumlah analis memprediksi IHSG masih akan menguat hingga di atas 7000.

Baca Juga
Tinggalkan komen