
BENGKULU – Dua tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai harus menjadi momentum evaluasi secara menyeluruh, khususnya terhadap efektivitas program di tingkat daerah.
Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Curup, Abdul Kohar, menegaskan bahwa keberhasilan suatu pemerintahan tidak boleh hanya diukur dari besarnya anggaran atau masifnya publikasi program.
“Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran harus menjadi momentum evaluasi serius. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) jangan hanya besar dalam anggaran dan ramai dalam publikasi, tetapi harus jelas manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Abdul Kohar di Curup, Rejang Lebong.
Ia menambahkan, pemerintah tidak boleh sekadar berfokus pada peluncuran program baru sementara persoalan mendasar di tengah masyarakat belum terselesaikan secara tuntas. Menurutnya, indikator utama keberhasilan kebijakan adalah penyelesaian masalah riil rakyat.
“Sebab, keberhasilan pemerintah bukan diukur dari seberapa banyak program dibuat, melainkan seberapa nyata persoalan rakyat diselesaikan,” tegasnya.
Khusus di Kabupaten Rejang Lebong, Abdul menyoroti implementasi program MBG dan KDMP yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pusat. Ia mendesak adanya evaluasi dari berbagai aspek agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh warga lokal.
PMII Curup juga mendorong agar pemerintah lebih berfokus pada penanganan isu-isu krusial seperti penyediaan lapangan pekerjaan, peningkatan daya beli masyarakat, kualitas pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat secara umum.
“Kritik kami, pemerintah harus lebih fokus menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat. Program besar seperti MBG dan KDMP harus dibarengi transparansi anggaran, pengawasan yang ketat, dan evaluasi yang terbuka,” kata Abdul.
Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang, PC PMII Curup menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik. Abdul menyebut momentum sejarah tersebut merupakan pengingat bagi generasi muda untuk tidak terjebak dalam kegiatan seremonial semata.
“Bagi PMII, momentum Sumpah Pemuda bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi pengingat bahwa pemuda punya tanggung jawab untuk mengawal kebijakan pemerintah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kami mendorong kader PMII Curup agar tetap kritis, memperkuat solidaritas, dan hadir menjawab persoalan sosial di Rejang Lebong,” pungkasnya.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!