Logo

Wah, Ini Sejarah Nama Kampung Bali

Kelurahan Kampung Bali

bengkulunews.co.id – Banyak yang belum tahu sejarah terciptanya nama Kampung Bali, Kota Bengkulu. Adapun juga yang menerka-nerka kenapa bisa dinamakan Kampung Bali.

Bagi tokoh-tokoh masyarakat yang dulunya berdomisili disini, Kampung Bali memiliki nilai cerita dan sejarah yang berharga. Karena ini menyangkut keturunan mereka.

Konon ceritanya, Kampung Bali dahulu bernama Tanjung Pure. Sebelum penjajahan Inggris, Kampung Bali pada tahun 1975 di pimpin Pemangku Tanjung Pure.

Ceritanya, seserorang yang berasal dari Bali bernama I Gede singgah ke Bengkulu tepatnya di Benteng vieor, yang sekarang terletak di Kelurahan Pasar Bengkulu dan menjadi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Benteng Vieor adalah benteng pertama di Provinsi Bengkulu pada zaman itu sebelum dibangunnya Benteng Marlborough.

Tanjung Pure menjadi pemukiman orang Bali. Semakin berkembang darah Bali, sehingga Tanjung Pure dihuni garis keturunan darah Bali dan tersebarlah juga di Kota Bengkulu.

Uniknya, darah Bali yang kental dengan agama Hindu, sebagian besar darah Bali yang bermukim di sini beragama Islam dan ikut menyebarluaskan agama Islam. Masih ada salah satu mesjid berciri khas Bali, di mesjid itulah orang Bali saat itu masuk agama Islam dan menyebarkan agama Islam.

Bukan itu saja bukti sejarahnya, nama Karang Taruna Kelurahan Kampung Bali sampai sekarang bernama “Tanjung Pura”. Itu juga menjadi bukti sejarah bahwa Tanjung Pure pernah ada pada zaman itu dan kini menjadi Kampung Bali.

Menurut Cerita Ansoni, keturunan ke sembilan dari I Gede, mengatakan, bahwa dulu orang tuanya pernah bercerita tentang sejarah Kampung Bali saat ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Memang benar Kampung Bali pemukiman orang Bali dan nama daerah ini Tanjung Pure.

Kemudian dalam cerita itu, salah satu keluarga pergi ke Bali untuk menyelusuri garis keturunan dari I Gede. “Bertemulah dengan keluarga I Gede di Bali. Untuk membuktikannya keluarga kami membawa keris peninggalan I Gede dan akhirnya kami diakui, artinya benar kami keturunan Bali” katanya.

Karena zaman semangkin maju dan teknologi semangkin berkembang, maka Kampung Bali yang dulunya nama Tanjung Pure telah punah ditelan zaman dan bukti ciri khas dan cerita serta sejarahnya juga sudah terkikis. Untuk itu semua yang ditinggalkan dan bukti sejarah kini tidak bisa dibuktikan lagi kepada garis keturunan baik itu kepada generasi muda maupun kepada keluarga.

“Sekarng Kampung Bali yang dulu bernama Tanjung Pure hanya tinggal cerita dan sejara saja bagi masyarakat Kota Bengkulu. Membuktikan peninggalanya cukup dengan cerita dan sejarahnya saja,” pungas Ansoni.(121)