Gambar BengkuluNews

Pembekuan DPD Golkar Kota Bengkulu Tuai Polemik, Pengurus Angkat Suara

Dwinka Kurniawan
Pembekuan DPD Golkar Kota Bengkulu Tuai Polemik, Pengurus Angkat Suara

BENGKULU – Polemik pembekuan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bengkulu serta penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) ketua baru terus menuai sorotan.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu, Yudi Darmawansyah, mengaku terkejut atas keputusan tersebut yang dinilai datang secara tiba-tiba.

Yudi menyebut, hingga saat ini dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan di balik pembekuan DPD maupun penunjukan Plt ketua yang sebelumnya dijabat oleh Patriana Sosialinda.I

Ia juga menegaskan, tidak ada pemberitahuan ataupun instruksi yang jelas terkait pembekuan dari DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu.

“Kita disini mengalami sedikit stres, terkejut kalau kata orang Bengkulu tuhkan. Kaget kita mendegar ini,” ujar Yudi, Rabu (22/04/26).

Menurutnya, selama ini DPD Partai Golkar Kota Bengkulu telah menjalankan seluruh mekanisme organisasi, termasuk tahapan menuju Musyawarah Daerah (Musda). Proses tersebut, kata dia, sudah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku di internal partai.

Yudi juga menyinggung adanya instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang disebut tidak memperbolehkan penunjukan Plt, bahkan dalam kondisi masa berlaku surat keputusan (SK) kepengurusan telah habis.

Hal ini, lanjutnya, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengurus daerah. Ia mempertanyakan alasan tidak segera dilaksanakannya Musda untuk memilih ketua definitif, alih-alih mengambil langkah pembekuan dan penunjukan Plt.

“Ada apa sebenarnya. Kenapa tidak langsung saja dilaksanakan Musda sampai terpilih ketua yang baru,” tegasnya.

Polemik ini pun diharapkan dapat segera mendapatkan kejelasan dari pihak terkait, agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan di tubuh Partai Golkar, khususnya di Kota Bengkulu.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!