Logo
Dempo Xler

Nilai Budaya Lokal Mulai Hilang

Dialog bersama toko adat pencegahan terorisme oleh BNPT RI dan FKPT. Foto : Hajrul/BN

Dialog bersama toko adat pencegahan terorisme oleh BNPT RI dan FKPT. Foto : Hajrul/BN

Dialog bersama toko adat pencegahan terorisme oleh BNPT RI dan FKPT. Foto : Hajrul/BN

Dialog bersama toko adat pencegahan terorisme oleh BNPT RI dan FKPT. Foto : Hajrul/BN

bengkulunews.co.id – Nilai-nilai budaya Lokal saat ini sudah mulai hilang. Oleh karena, faktor kemajuan zaman yang semakin canggih. Nilai-nilai akademik juga lebih diutamankan dibandingkan nilai keagamaan.

Pernyataan ini dikatakan,  Kepala Badan Musawarah Adat (BMA) Drs.H Efendi, MS Kota Bengkulu saat Seminar Pencegahan Terorisme di Kota Bengkulu,  Kamis (13/10) di Nalla Hotel.

Efendi mengatakan memang jauh berbeda zaman dulu dengan sekarang. Dulu anak-anak ditekankan untuk belajar ilmu agama bahkan orang yang pandai mengaji bahkan hafal alquran.

Mereka menjadi kebanggaan bahkan dihormati. “Tapi dizaman sekarang hal itu dianggap kuno, karena orang lebih mengutamakan belajar akademik untuk mendapat gelar sarjana, doktor bahkan profesor. Hal itu terjadi karena pengaruh kemajuan zaman,” kata Efendi sebagai pemateri.

Disisi lain,  Danrem 041 Gamas Kolonel Inf. Andi Muhammad dalam hal ini diwakili oleh Mayor Infantri Deksi Van Toni, mengatakan, masyarakat harus ikut berperan dalam pencegahan terorisme.

Menurutnya,  pencegahan akan terotisme bukan hanya tugas TNI,  Polri dan Pemerintah,  tetapi juga masyarakat khususnya Bengkulu.

“Kita semua sebagai warga negara harus mempunyai tanggung jawab menjaga keamanan dan ketahanan negara indonesia ini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama juga,  Kepala BNPT Drs. Anwar Sanusi, MM saat diharapkan masyarakat dapat mendeteksi dan mencegah munculnya kelompok terorisme terutama dilingkungan tempat tinggal dan sekitarnya.

“Ya saya berharap kalangan masyarakat khususnya toko-toko adat dapat mendeteksi dan mencegah munculnya kelompok terorisme dilingkungan tempat tinggal masing-masing. Seperti misalnya melakukan pemantauan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orang asing ditempat mereka,” ujarnya.

Semoga seminar ini juga mendapat respon positif dari berbagai pihak bahkan masyarakat.  Karena pencegahan adannya terorisme,  sama saja dengan membela negara ini dari lawan perang. (cw1)