Logo

Mafindo Adakan Workshop Antihoaks Diikuti 50 Peserta dari Berbagai Komunitas di Bengkulu

Mafindo Adakan Workshop Antihoaks Diikuti 50 Peserta dari Berbagai Komunitas di Bengkulu

BENGKULU – Dalam rangka antisipasi terhadap penyebaran hoaks, Mafindo Bengkulu kolaborasi dengan Kominfo dan Siber Kreasi sukses menyelenggarakan Workshop Edukasi Antihoaks, Senin (23/10/2023). Acara ini dibuka oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Moh Redhwan Arif S.Sos, M.Ph.

Dalam sambutannya, Moh Redhwan Arif memberikan apresiasi tinggi kepada Mafindo Bengkulu yang konsisten dalam kampanye literasi digital dan edukasi pencegahan hoaks.

“Kegiatan ini sangat strategis dalam membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hoaks, terutama di era digital,” ungkap Redhwan.

Redhwan mengatakan diera digital ini jika tidak disertai dengan literasi digital, sangat berbahaya pada generasi muda.

Gushevinalti, Korwil Mafindo Bengkulu, menyampaikan bahwa workshop ini dihadiri oleh 50 peserta yang berasal dari beragam komunitas di Bengkulu.

Ia berharap agar peserta dapat menjadi pelopor pencegahan hoaks di lingkungan masing-masing.
Terutama mendekati pemilihan umum atau di tahun politik, hoaks kerap meningkat.

Oleh karena itu, masyarakat harus lebih kritis dan selektif dalam menerima informasi. Momen politik menjadi lahan subur untuk hoaks, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif.

“Penting bagi kita semua untuk bersikap bijaksana dan tidak mudah terprovokasi,” jelasnya.

Gushevinalti menyampaikan materi tentang ciri-ciri berita hoaks yaitu judul yang bombastis, alamat website yang tidak jelas, tidak mencantumkan nama penulis dan alamat redaksi, narasi yang provokatif, memanipulasi konten serta meminta dishare atau diviralkan.

“Ciri-ciri hoaks tersebut harus diwaspadai dan tidak ikut menyebarkan”, katanya.

Ia menyampaikan tips ketika menerima informasi agar terhindar dari hoaks, yaitu ketika menerima informasi harus baca dan lihat menyeluruh jangan hanya membaca judul, cari sumber informasinya dari media kredibel atau tidak.

Jika ragu dan kurang menyakinkan atau ada kejanggalan, sebaiknya jangan diteruskan. Namun jika benar lihat dulu apa manfaatnya untuk apa jika disebarkan.

“Pentingnya saring bebelum sharing, verifikasi sebelum berbagai, posting yang penting, jangan yang penting posting.

Sementara pemateri lainya dari Mafindo Bengkulu, Iyud Dwi Mursito, menyampaikan teknis cara periksa fakta untuk terhindari dari hoaks.

Salah satu caranya adalah melakukan audit media sosial. “Audit media sosial untuk mengetahui apakah konten yang kita terima layak dipercaya atau tidak”, katanya.

Sebab, salah disinformasi yang banyak terjadi adalah dengan memanfaatkan screenshot pada media sosial seseorang, dengan memanipulasi informasi sebenarnya. “Bisa aja akun medsos artis, pejabat publik dan lain sebagainya,” katanya.

Iyud mengajak peserta melakukan cek fakta dengan pemanfaatan aplikasi google image, yandex image, google lens, dan InVideo, google maps.

“Semua dapat dilakukan dengan mudah, hanya dengan screenshot gambar atau video yang beredar, kemudian diupload di google image, nanti akan terlihat sumber gambar pertama”, katanya.

Setelah belajar cek fakta, peserta diharapkan juga terlibat aktif dalam melakukan prebunking, sebagai upaya pencegahan hoaks sejak dini.

“Prebunking ini tujuannya untuk meredam hoaks”, katanya.

Duta Humas Polda Bengkulu, Miko mengatakan kegiatan edukasi antihoaks ini sangat berbarmanfaat dan menambah wawasan baru. Sebab, sebagai Duta Humas Polda Bengkulu juga memiliki kewajiban untuk mencegah peredaran hoaks.

“Kami berharap kegiatan edukasi ini terus dilakukan lebih intensif lagi, untuk menambah pengetahuan kami”, katanya.

Beberapa komunitas yang terlibat dalam edukasi ini termasuk Putera Puteri Kebudayaan Bengkulu, Duta Bahasa Bengkulu, Blogger Bengkulu, Putera Puteri Kebudayaan Bengkulu, Putra Putri Kampus, Duta Bahasa Bengkulu, Duta GenRe, Duta HIV Bengkulu, PuPaN Bengkulu, Blogger Rafflesia.

Selain itu dari TKSCI Chapter Rafflesia Honda Win Bengkulu, KPPL Bengkulu, Komunitas Taman Baca Ceria, Duta Humas Polda Bengkulu, MUA Community Wilayah Bengkulu, Komunitas Henna Art Bengkulu.

Hadir juga dari Yayasan Pupa, Remaja Sahabat KPU, Pramuka Provinsi Bengkulu, Pramuka Kota Bengkulu, PMI – Palang Merah Indonesia Bengkulu, CP WCC, PKBHB, Ikama Benteng dan komunitas lainnya.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi digital masyarakat Bengkulu agar dapat mengidentifikasi dan mencegah penyebaran hoaks.