Logo
Dempo Xler

Kesalahan Investor Pemula yang Kerap Dilakukan saat Investasi

Invetasi. BN

Invetasi. BN

BENGKULU – Investasi saham merupakan salah satu pilihan dalam merancang keuangan masa depan. Transaksi yang cukup mudah tanpa dikenakan potongan harga ini kini menjadi populer khususnya di Bengkulu. Pemuda menjadi yang paling dominan dengan kuantitas mengalahkan usia 30 tahun ke atas.

Sebagian dari investor investor pemula meraih keuntungan dengan selisih harga saham maupun dividen, meski sebagian lagi harus menerima konskuensi yang cukup merugikan. Hal ini biasanya didorong kurangnya pengetahuan investor pemula terhadap bursa saham.

Bengkulunews.co.id merangkum beberapa kekeliruan yang kerap menjangkiti investor pemula.

1. Tidak memiliki manajemen keuangan

Investasi terang saja berbeda dengan berdagang di pasar. Investasi membutuhkan waktu, analisis dan pengetahuan. Untuk memperoleh keuntungan, tidak jarang investasi saham membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Untuk itu diperlukan pengaturan atau manajemen keuangan dengan jangka waktu tertentu.

Investor pemula kadang menganggap investasi saham sama dengan transaksi jual beli barang, dengan harga pasti dalam waktu singkat. Ini memicu hasrat untuk menggunakan modal yang dimiliki meski dana tersebut diprioritaskan untuk hal lain.

2. Tidak mengetahui fundamental

Investor pemula lebih cenderung memilih saham dengan harga murah. Pilihan ini tidak yang salah, sesuai dengan kemampuan keuangan yang dimiliki. Namun, beberapa perusahaan kadang memiliki harga yang sangat murah karena fundamental yang kurang bagus.

Hal ini yang harus diperhatikan oleh investor pemula. Mendapatkan saham murah dengan kondisi fundamental yang stabil tentu lebih berpeluang memperoleh keuntungan daripada harga murah dengan kondisi yang kurang baik.

3. Melewatkan analisis teknikal

Berbeda dengan fundamental yang menitikberatkan penilaianya pada perusahaan emiten, teknikal cenderung melihat data pasar, volume transaksi dan harga saham. Jadi fokus dari analisa teknikal ini tidak pada kondisi ekonomi suatu perusahaan. Tetapi lebih ke kondisi saham yang akan dipilih.

Perusahaan dengan fundamental bagus kadang ikut terkoreksi saat perkembangan pasar modal sedang dalam kondisi tidak baik atau berpotensi menurun. Meski kerugian dapat diminimalisir dengan fundamentalnya yang kokoh, namun potensi keuntungan biasanya relatif lebih lama.

4. Salah paham tentang investasi

Investor pemula biasanya belum bisa membedakan antara investasi dengan menabung, trading atau bahkan judi. Tidak jarang akhir-akhir ini banyak yang tertipu judi berkedok trading atau investasi ilegal.

Akibatnya, banyak investor pemula yang kemudian berinvestasi di produk yang tidak memiliki underlying asset atau future cash flow. Pada akhirnya investasi yang dilakukan tidak dapat memenuhi tujuan keuangannya.

5. Melupakan Risiko

Investor pemula kadang terlalu fokus terhadap iming-iming imbal hasil yang ditawarkan dan melupakan potensi risiko yang dihadapinya. Dengan impian mendapatkan keuntungan dari selisih harga, investot pemula melewatkan potensi risiko dari kerugian maupun likuidasi.

Alhasil keuntungan yang diinginkan tidak sesuai dengan hasil yang didapatkan. Ada baiknya sebelum berinvestasi, calon investor mendalami seluk beluk saham termasuk metode analisis yang saat ini banyak dibagikan oleh bursa efek maupun perusahaan sekuritas.