Kantong Plastik di Pusat Perbelanjaan Tidak Lagi Gratis

ilustrasi

KOTA BENGKULU – Kepala bidang persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Bengkulu, Rusman Effendi menyampaikan, masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan plastik.

Terlebih pada tahun 2016, Menteri Lingkungan Hidup telah mengeluarkan surat edaran agar mengurangi penggunaan plastik, seperti kantong asoy dan pembungkus makanan.

“Tahun 2016 lalu, kementrian lingkungan hidup telah membuat edaran keseluruh toko, pasar, dan lokasi perbelanjaan lainnya untuk mengurangi plastik, dan toko-toko itu tidak dibebankan lagi untuk memberikan plastik,” ujar Rusman pada Sabtu (24/3/2018).

Bahkan, untuk menambah kesadaran masyarakat, akan bahayanya sampah plastik, di pusat perbelanjaan kantong plastik harus dibayar, sehingga menjadi beban masyarakat.

“Untuk mengurangi penggunaan plastik tersebut, akhirnya penggunaan kantong asoy menjadi berbayar, agar masyarakat menjadi beban, dengan harapan masyarakat membawa kantong sendiri untuk berbelanja, seperti tas,” jelasnya.

Tidak hanya di daratan, kata Rusman, sampah plastik bekas makanan juga bertebaran di laut, hal ini tentu berpengaruh terhadap ekosistem laut. Akibatnya, tidak sedikit ikan yang mati, karena termakan sampah plastik tersebut.

Sampah plastik memang berdampak buruk bagi lingkungan, dan bersifat sulit terurai oleh tanah meskipun telah ditimbun bertahun-tahun, satu sampah plastik bisa memakan waktu ratusan tahun agar bisa terurai oleh tanah.

Hal tersebut berdampak pada lamanya tingkat kesuburan tanah, karena lamanya plastik itu terurai, memunculkan zat kimia yang dapat mencemari tanah.

“Plastik itu bahan non organik yang masih sangat sulit untuk dihancurkan secara alami, bahkan sama sekali tidak hancur, sedangkan sumber rumah tangga hampir setiap hari mengeluarkan sampah dari plastik” demikian Rusman.

Baca Juga
Tinggalkan komen