Logo

KAHMI Bengkulu Kutuk Tindakan Represif Aparat saat Demo Tolak Kenaikan BBM

Demo HMI

Masa dari Himpunan Mahasiswa Islam saat berdialog dengan Kepolisian usai sempat ricuh, Rabu *(31/08/2022). Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Koordiantor Presidium MW Kahmi Provinsi Bengkulu, Iswahyudi Ismail mengutuk aksi kekerasan aparat yang terjadi saat demonstrasi tolak kenaikan BBM di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (31/08/2022).

Menurutnya, aksi kekerasan dari petugas kemanan ini tidak perlu dilakukan, lantaran demo merupakan salah satu cara mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya.

“Selaku Koordiantor Presidium MW Kahmi Provinsi Bengkulu, saya mengutuk keras tindakan represif aparat terhadap adik-adik HMI yang menyuarakan pendapatnya,” tegas Iswahyudi, Rabu (31/08/2022).

Iswahyudi mengatakan, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa merupakan hak menyuarakan pendapat di muka umum. Aksi ini tidak boleh dinodai dengan kekerasan karena dilindungi oleh undang-undang.

Ia meminta oknum kepolisian yang melakukan kekerasan kepada mahasiswa untuk diproses.

“Agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini lagi, dalam menyikapi demonstrasi mahasiswa,” katanya.

Demo tolak kenaikan BBM oleh masa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu berlangsung ricuh. Tiga mahasiswa terluka.

Kericuhan ini dipicu oleh mahasiswa yang ingin masuk ke gedung DPRD. Sebelumnya, perwakilan aksi telah diizinkan untuk menemui anggota DPRD, namun mahasiswa menolak untuk berdialog karena seluruh masa tidak diizinkan masuk.