Logo
Dempo Xler

Hilangnya Identitas Para Intelektual Islam Di Indonesia

Indah saat menyampaiakan materinya di Hotel Samudra Dwinka,  Minggu (23/10)

Indah saat menyampaiakan materinya di Hotel Samudra Dwinka, Minggu (23/10)

Indah saat menyampaiakan materinya di Hotel Samudra Dwinka,  Minggu (23/10)

Indah Kartika Sari, saat menyampaiakan materinya di Hotel Samudra Dwinka, Minggu (23/10)

 

bengkulunews.co.id – Para mahasiswa/i muslim sebagai kaum intelektual yang seharusnya sebagai penggerak utama perbaikan masyarakat kearah ajaran Islam, justru mati rasa dan hilang kepekaan sosial akibat penerapan sistem kapitalisme. Hal ini memicu organisasi Islam, Hizbut Tahrir wilayah Bengkulu berkeinginan melakukan perubahan sekaligus kembali menegakkan ajaran Islam secara Khafa.

Salah satunya dengan melakukan seminar dengan tema “Reaktualisasi Peran Intelektual Muda Islam Sebagai Pelopor Mewujudkan Kembali Peradapan Islam”. Melibatkan ratusan mahasiswi muslim yang ada di Bengkulu di Dwinka Samudra Hotel, Minggu (23/10).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) wilayah Bengkulu, Indah Kartika Sari, SP, mengatakan organisasi Hizbut Tahrir di seluruh Indonesia melaksanakan seminar secara serentak untuk mewujudkan kembali peradaban Islam di Indonesia.

“Seminar ini tidak hanya di Bengkulu saja, teapi di 31 daerah lainnya juga melakukan kegiatan seminar ini secara serentak. Hal ini dilakukan karena kita ingin menegakkan kembali ajaran islam secara khafa yang sekarang ini sudah mulai tergerus oleh sistem kapitalisme,” katanya.

Peserta seminar, lanjutnya, adalah mahasiswa/i. Sebagai kaum intelektual, mahasiswa/i sangat mempunyai peran penting untuk mewujudkan peradaban Islam.

“Ya itu tadi, alasannya karena sekarang mahasiswa/i muslim saat ini banyak yang terbelenggu oleh berbagai tuntutan akademisi dan mati rasa dan kehilangan kepekaan sosial akibat sistem kapitalisme.

“Maka dengan kegiatan ini kami menghimbau, mengajak dan mengingatkan kembali tentang pentingnya menegakkan ajaran Islam di Indonesia khususnya Bengkulu secara khafa,” jelas Umi Indah sapaan akrabnya.(cw1)