Logo

ForDAS dan BPDAS Ketahun MoU Tanam 500.000 Pohon

Pendatanganan MoU

Pendatanganan MoU

Bengkulu Tengah – Forum Daerah Aliran Sungai (ForDAS) serta BPDAS Hutan Lindung Ketahun, tandatangani MoU Penanaman 500.000 batang pohon di wilayah DAS Bengkulu.

Penyerahan bantuan bibit kepada 22 Desa di Bengkulu Tengah sebanyak 220.000 Pinang Betara dan 660.000 bibit kayu kayuan dan buah-buahan. Serta pengukuhan ForDAS periode 2019-2024.

Kegiatan tersebut dilakukan di Pesantren Islam Internasional Rabbani, Desa Dusun Baru 1, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Sabtu kemarin (14/12/19).

Gerakan Pemulihan DAS Bengkulu serta peringatan Hari Juang TNI AD, dimulai dengan penanaman 100.000 pohon, dari 500.000 pohan/tahun.

Hadir dalam kegiatan pengukuhan dan penghijauan ini Kadis LHK Provinsi, Kasiter Korem 041 Gamas, Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Dandim 0407, Kapolres Benteng, Syamlan selaku Pengasuh Ponpes, Ketua BPDAS Ketahun, serta Ketua Fordas Bengkulu.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (ForDAS) Joni Irawan mengatakan, Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai suatu ekosistem, merupakan bentang alam yang memiliki peran penting dalam semua sektor kehidupan, mengingat hampir semua aktivitas kehidupan berlangsung di wilayah DAS.

“Pemanfaatan sumber daya oleh manusia yang terkandung dalam wilayah DAS akan sangat menentukan keberlanjutan kualitas kehidupan masyarakat yang bermukim di wilayah DAS itu sendiri,” ujar Joni Irawan.

Dia mengatakan, apabila DAS mengalami kerusakan, maka bisa dipastikan semua sektor yang bergantung pada DAS juga akan mengalami gangguan.

“Pemanfaatan wilayah DAS Bengkulu oleh berbagai aktivitas pertambangan, pertanian, permukiman, transportasi dan lainnya telah menyumbang kerusakan ekosistem DAS,” kata Joni Irawan.

Ia mwngatakan, kelestarian fungsi DAS Bengkulu merupakan suatu kebutuhan dan sekaligus tujuan yang harus diwujudkan oleh semua pihak yang bermukim dan yang memanfaatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraannya.

“Mengingat banyak para pihak yang memanfaatkan sumber daya dan tergantung dengan kelestarian fungsi wilayah DAS Bengkulu, maka dibutuhkan keterlibatan peran para pihak, baik yang menyangkut tanggung jawab maupun aktivitas kegiatan yang dapat dilaksanakan guna mewujudkan tujuan tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan Joni Irawan, koordinasi, integrasi, sinergisme dan sinkronisasi aktivitas program kegiatan dan tanggung jawab para pihak dalam mewujudkan kelestarian fungsi DAS Bengkulu sangat diperlukan.

“Forum DAS Bengkulu sebagai lembaga yang dibentuk sesuai amanat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memikul peran strategis untuk dapat membangun koordinasi, integrasi, synergy dan sinkronisasi (KISS) para pihak pemangku kepentingan dalam mewujudkan kelestarian fungsi DAS Bengkulu,” jelasnya.

Lanjut dia, Forum DAS merupakan forum koordinasi multi pihak yang berkomitmen dan saling pengertian dalam melakukan pengelolaan ekosistem DAS secara profesional, transparan, partisipatif, akuntabel dan berkelanjutan.

“Forum DAS Bengkulu ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan DAS, dan membantu pembuat kebijakan untuk merumuskan rencana program dan kegiatan pengelolaan DAS secara terpadu,” kata Jini Irawan.

Kegiatan pengukuhan dan penghijauan diikuti sekitar 1000 orang, terdiri dari para pihak di dalam Forum DAS Bengkulu.
Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Pemerintah Bengkulu Tengah, KOREM 041 Garuda Emas, BPDAS-HL Ketahun Bengkulu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Povinsi Bengkulu dan Forum DAS Bengkulu.

Penulis: Yudi Arisandi