Logo

Dampak Banjir, Usaha Depot Kayu di Rawa Makmur Alami Kerugian Puluhan Juta

BENGKULU – Banjir yang menggenangi seluruh kecamatan di Kota Bengkulu, menimbulkan dampak yang sangat besar. Salah satunya, Yuni (50) pemilik depot kayu Matahari di Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu. Ia mengaku mengalami kerugian besar akibat banjir yang melanda tempat usahanya di jalan Merpati 2.

Puluhan kubik kayu miliknya mengalami kerusakan dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Akibatnya kayu miliknya tersebut tidak dapat dijual lagi, walapun ia sudah menurunkan harga kayu yang dijual, namun tidak ada satupun peminat.

“Kurang lebih Rp30 jutaan kalo diuangkan, orang juga banyak tidak mau. Karena jatuhnya sudah rusak,” kata Yuni pada Bengkulunews.co.id (02/09/22) siang.

Selain kayu yang busuk, juga banyak kayu miliknya yang hanyut dibawa air lantaran lokasi usahanya dekat dengan sungai. Karena itu Yuni menuturkan dirinya tidak dapat berbuat apa-apa selain pasrah.

“Tidak bisa antisipasi juga, karena tanahnya memang rendah. Itu sudah mulai naik lagi air, pasrah sajalah lagi,” sambungnya.

Usaha yang digelutinya selama 10 tahun ini juga sepi pengunjung, jika di bulan kemarau Yuni bisa menghasilkan kurang lebih Rp50 juta dari menjual kayu. Kini memasuki musim penghujan dagangannya sepi, belum lagi mesin untuk mengikis kayu mengalami kerusakan karena terendam banjir.

“Ini seminggu saja belum ada yang beli, karena jalan ditutup. Juga mesin kerendam sampai tiga hari, harus ganti oli. Sudah berapa kali ganti, mana mahalkan, biasa oli Rp30 ribu sekarang naik jadi Rp35 ribu,” imbuh Yuni.

Yuni berharap kedepannya pemerintah dapat membantu masyarakat dalam menangani banjir yang terus menerus menjadi agenda rutin di Bengkulu.

“Terus kalo bisa ditinggikanlah yang dekat sungainya, tapi enthlah tidak tau juga kita,” demikian Yuni.