Logo

Cegah KKN, KPK Gelar Workshop Tunas Integritas Di Bengkulu

TOT KPK dan Pejabat Bengkulu

TOT KPK dan Pejabat Bengkulu

TOT KPK dan Pejabat Bengkulu

TOT KPK dan Pejabat Bengkulu

bengkulunews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar workshop Tunas, Sistem Integritas dan Komite Integritas di Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari koordinasi dan supervisi KPK bersama Pemprov Bengkulu yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Tak hanya mencegah prilaku korupsi, Sistem dan Komite Integritas bertujuan mencegah Kolusi dan Nepotisme.

“Kejahatan korupsi, biasanya tidak hanya satu pihak yang terlibat, ada kolusi juga di situ. Secara keseluruhan kegiatan ini sebagai upaya pencegahan KKN,” terang Rian Herfriansyah, fasilitator KPK saat pembukaan workshop di Bengkulu, Senin (31/10).

Workshop di ruang Pola Bappeda diselenggarakan untuk Pimpinan Daerah, Pimpinan DPRD dan Pejabat Eselon II di lingkungan Provinsi Bengkulu itu, bakal digelar hingga 2 November. Rian Herfriansyah menganggap, pemangku kebijakan di segala level pemerintahan, merupakan unsur terpenting guna mencegah dan menekan KKN.

“Untuk memberantas korupsi, bisa diterapkan berbagai sistem. Namun, spirit budaya integritas harus ditanamkan untuk pencegahan KKN. Sehingga tak ada akal-akalan sistem yang diterapkan tadi,” ujar Rian, yang juga menjadi narasumber dalam Training Of Trainer Komite Integritas pagi itu.

Seperti diketahui, Pemprov Bengkulu telah laksanakan Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KKN bersama KPK. Nota kesepahaman mengenai rencana aksi tatakelola pemerintahan yang bebas KKN juga telah ditandatangani oleh gubernur dan ketua KPK, beserta 10 pimpinan kabupaten dan kota beserta ketua DPRD-nya.

“Spirit membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi, tidak hanya sebatas poin-poin yang ditandatangani dan dipajang disetiap ruangan,” harap narasumber dari lembaga anti rasuah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Sudoto melaporkan, rencana aksi yang telah disusun SKPD bersama korsupgah KPK akan ditindak lanjuti.

“Media Center siap mengawal rencana aksi, bahkan Media Center kita, akan dijadikan pilot project pencegahan korupsi,” papar Sudoto.

Workshop Tunas Integritas di lingkungan Pemprov Bengkulu diikuti Gubernur Ridwan Mukti, wagub Rohidin Mersyah, Ketua DPRD Ihsan Fajri dan Edison Simbolon. Ketua Komisi, anggota badan anggaran DPRD beserta pejabat eselon II. Hadir, narasumber dari KPK, Asep Khairulloh, Handayani, Anto Ikayadi dan Rian Herfriansyah.

“Korupsi, merupakan extraordinary crime. Karena itu, penanganan pemberantasan serta pencegahannya, tak bisa dengan cara yang biasa biasa saja,” ungkap Gubernur Ridwan Mukti saat sambutan. (mal/fd)