Gambar BengkuluNews

BPDP dan BBPMKP Perkuat Kelembagaan Pekebun Sawit Bengkulu

Alwin Feraro
BPDP dan BBPMKP Perkuat Kelembagaan Pekebun Sawit Bengkulu

Pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun yang digelar di Provinsi Bengkulu, Senin (14/9/2026).Pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun yang digelar di Provinsi Bengkulu, Senin (14/9/2026).

Sebanyak 27 pekebun kelapa sawit asal Bengkulu Utara mengikuti pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun yang digelar di Provinsi Bengkulu, Senin (14/9/2026). Pelatihan diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Perkebunan (BBPMKP) Kementerian Pertanian RI.

Melalui kegiatan ini, para pekebun diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun kebersamaan dan kelompok sebagai wadah dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BBPMKP Kementan RI Sutrisno Sipahutar, Widyaiswara Ahli Muda BBPMKP Kementan RI Susan Twisawati Indiani, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita.

Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BBPMKP Kementan RI Sutrisno Sipahutar mengatakan, pekebun perlu memahami bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok sosial yang memiliki kepentingan dan tujuan bersama.

Menurutnya, keberadaan kelompok pekebun juga semakin penting karena berbagai bantuan pemerintah ke depan akan diarahkan melalui kelompok atau kelembagaan pekebun.

“Sinergi antara BPDP dan BBPMKP ini ditujukan untuk memfasilitasi para petani sawit untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, kemampuan dalam mengaktifkan kelompok, kesadaran pentingnya bermitra dan kemampuan membangun jejaring kerja sama,” kata Sutrisno.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut mendorong peserta untuk membentuk kelompok sekaligus memperkuat kelembagaan yang telah ada.

Dengan kelembagaan yang lebih baik, petani diharapkan dapat mengakses berbagai program dan bantuan pemerintah sesuai dengan ketentuan serta mekanisme yang berlaku.

“Ke depan semua bantuan pemerintah akan diarahkan melalui kelompok. Sehingga teman-teman di sini kita bangun kesadarannya untuk membentuk kelompok dan kelembagaannya,” jelasnya.

Sutrisno menegaskan, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada teknik budi daya kelapa sawit.

27 pekebun kelapa sawit asal Bengkulu Utara mengikuti pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun

Para pekebun juga diberikan pemahaman mengenai manajemen dan kepemimpinan dalam mengelola perkebunan sawit rakyat.

Menurutnya, kemampuan dalam mengelola kelompok dan membangun manajemen yang baik merupakan fondasi penting bagi perkembangan usaha perkebunan rakyat.

“Yang terpenting dalam pelatihan ini adalah bagaimana pola pikir mereka terhadap manajemen itu terbangun. Tidak sebatas budi daya. Budi daya itu penting, tetapi bagaimana kita memimpin dan membangun manajemen yang baik terkait perkebunan sawit milik rakyat, itu yang menjadi fondasi utamanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut.

Ia menilai penguatan kelembagaan pekebun merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengelola organisasi maupun usaha perkebunan.

“Dengan adanya pelatihan ini kita berharap kelembagaan pekebun di Provinsi Bengkulu semakin kuat dan kelompok tani kita semakin baik dalam mengelola kelompoknya, sehingga permasalahan-permasalahan di kelompok tidak terjadi lagi,” kata Sri Herlin.

Ia berharap penguatan kelembagaan tidak hanya meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola kelompok, tetapi juga memberikan dampak terhadap produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pekebun melalui berbagai pelatihan dapat membantu petani mengelola kebun secara lebih efektif.

“Yang paling utama, dengan adanya banyak pelatihan dari kolaborasi BPDP dan BBPMKP sawit ini, kita berharap peningkatan produksi sawit di Provinsi Bengkulu semakin tinggi, juga kesejahteraan petani sawit kita semakin baik,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap pekebun dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha perkebunan sekaligus membangun kelembagaan yang kuat.

Kelembagaan yang solid diharapkan dapat menjadi dasar bagi pekebun untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan produktivitas, serta mengakses berbagai program dan bantuan pemerintah.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!