Logo

2016 Bengkulu Bakal Miliki Elevated Road Nakau – Air Sebakul

Komisi V DPR RI Meninjau Jalur Ringroad Nakau - Air Sebakul di Bengkulu

Komisi V DPR RI Meninjau Jalur Ringroad Nakau - Air Sebakul di Bengkulu

bengkulunews.co.id – WAKIL Ketua Komisi V DPR Yudi Wudiana Adia mengemukakan, sudah saatnya Provinsi Bengkulu memiliki jalur lingkar luar Nakao – Airsebakul yang memisahkan antara lalu lintas penerus dan lalu lintas lokal dengan dibangunnya elevated road (jalan layang).

“Kita melihat pembangunan infrastruktur ini menjadi sangat penting buat Bengkulu. Apalagi terputusnya jalan lingkar luar ini sudah cukup lama,” jelas Yudi saat meninjau lokasi yang akan dibangun elevated road di Kecamatan Bangka Hulu, Bengkulu, belum lama ini.

Ia menambahkan, permasalahan pembangunan ini ternyata ada pada instansi terkait, dalam hal ini Badan Lingkungan Kota Bengkulu. Mereka mengkhawatirkan jika dibangun elevated road, nantinya akan merusak resapan air di daerah itu.

“Menurut saya, dengan konsep pembangunan elevated road tidak akan merusak resapan air karena dibangun dengan tiang pancang, lewat atasnya. Saat ini Kementerian PUPR sedang mengurus proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sehingga nantinya pihak Kementerian LHK bisa memberikan izin pinjam pakai,” ujar politi F-PKS itu.

Pembangunan Jalan Lingkar yang berguna untuk mengangkut hasil bumi  Provinsi Bengkulu akan segera dibangun, Jalan Lingkar yang menghubungkan Nakau -Air Sebakul direncanakan selesai tahun 2016 ini, agar Bengkulu memiliki jalur lingkar.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III, Ir Thomas Setiabudi Aden MSc Eng, pada Selasa, (22/3) di lokasi jalur lingkar, Nakau menuju Air Sebakul Menjelaskan “Pembangunan infrastruktur jalan lingkar diharapkan memisahkan antara jalan umum dan jalan angkutan barang, karena  Bengkulu ini satu-satunya ibukota provinsi yang tidak memiliki jalan lingkar,” terang Thomas Setiabudi

Menurutnya, anggaran yang cukup besar tersebut tidak hanya untuk pembangunan jembatan layang diatas hulu Danau ‘Dendam Tak Sudah’ yang menghubungkan Nakau dengan Air Sebakul itu saja, melainkan untuk pembangunan jalan daratnya dengan panjang mencapai 2,4 Km.

“Tidak bisa hanya membangun jalan layangnya saja, melainkan jalan yang menghubungkan Simpang Nakau ke jalan layang dan jalan dari simpang 4 Air Sebakul kearah jalan juga harus dibangun,” paparnya.

Sebelumnya pembangunan Jalur ring road tersebut mendapat penolakan dari masyarakat Lembak Kota Bengkulu dengan dalih air Danau Dendam Tak Sudah dipastikan kering karena di hulunya dibangun jalan. Namun Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan bahwa jalan layang yang akan dibangun tersebut sama sekali tidak menyentuh air, sehingga tidak akan membendung air yang akan mengalir ke danau tersebut. (122)