
Ilustrasi. AI
BENGKULU – Sejumlah warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengaku kecewa terhadap pemerintah desa setempat. Kekecewaan itu muncul lantaran pemerintah desa dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dan penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023.
Warga menduga adanya pembengkakan anggaran pada beberapa kegiatan pembangunan yang dilaksanakan tahun 2023. Sejumlah item kegiatan yang dipertanyakan antara lain:
- Pembangunan sumur bor di dua titik dengan anggaran sebesar Rp133.460.000
- Pembangunan drainase di tiga titik lokasi sebesar Rp178.600.000
- Pembangunan ruang perpustakaan desa sebesar Rp108.882.300
- Penyelenggaraan publikasi desa sebesar Rp23.100.000
- Operasional PKD (Pos Kesehatan Desa) sebesar Rp26.403.100
“Kami merasa perlu diajak bermusyawarah sebelum kegiatan dilakukan. Jangan setelah pekerjaan berjalan baru diberi tahu,” ujar salah satu warga Sumber Sari pada bengkulunews.co.id, Sabtu (18/10/2025).
Menurut warga, sejumlah pembangunan yang telah dilaksanakan kurang memberi manfaat bagi masyarakat. Misalnya, sumur bor yang dibangun disebut sering tidak berfungsi atau airnya tidak keluar, serta drainase yang mudah tersumbat hingga menyebabkan genangan.
“Kalau melihat hasilnya seperti itu, kami jadi curiga jangan-jangan pekerjaan dilakukan asal jadi saja,” ungkap warga tersebut.
Warga menyebut, mereka sebelumnya telah menyampaikan persoalan ini kepada pihak pemerintah desa. Dalam waktu dekat, masyarakat berencana melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa tahun 2023 tersebut ke Inspektorat Kabupaten Mukomuko dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sumber Sari belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh awak media. (Defran)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!