
Peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Februari 2026 di Bengkulu menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan Capacity Building pengisian evaluasi kinerja (Championship) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (13/4), dan dihadiri Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan Susmanto, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu Tommy Irawan, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa TP2DD menjadi forum untuk mendorong digitalisasi keuangan daerah, termasuk penggunaan QRIS.
“Melalui kegiatan capacity building TP2DD ini, kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh penyegaran pemahaman terkait indikator dan mekanisme pengisian penilaian Championship TP2DD,” ujar Wahyu.
Data hingga Februari 2026 menunjukkan jumlah pengguna QRIS di Bengkulu mencapai 281.097 pengguna atau tumbuh sekitar 12,4 persen secara tahunan. Volume transaksi QRIS tercatat sebanyak 243.888 transaksi atau meningkat sekitar 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hal ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi transaksi digital di masyarakat serta meningkatnya kepercayaan terhadap sistem pembayaran non-tunai,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama perbankan melaksanakan program digitalisasi melalui TP2DD.
“Masih banyak aplikasi yang sudah dibuat, tetapi implementasinya terkendala kesiapan sumber daya manusia dan kebiasaan yang masih nyaman menggunakan cara manual,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu masih berada pada kisaran 50 persen dalam penerapan transaksi non-tunai. Pemerintah daerah mendorong penggunaan transaksi non-tunai dalam berbagai kegiatan, termasuk perjalanan dinas dan pencairan anggaran.
Kegiatan ini diikuti pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Bengkulu dalam rangka pengisian evaluasi kinerja TP2DD Tahun 2026.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!