Gambar BengkuluNews

TNI Turun Percepat Pembangunan Bengkulu, Sasar Warga Miskin dan Wilayah Terisolir

Alwin Feraro
TNI Turun Percepat Pembangunan Bengkulu, Sasar Warga Miskin dan Wilayah Terisolir

penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Bengkulu, Kodam XXI/Radin Inten, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, Kamis (3/9).

TNI akan terlibat langsung dalam percepatan pembangunan di Provinsi Bengkulu melalui program “Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih”. Program tersebut menyasar masyarakat miskin, wilayah terisolir, serta daerah yang membutuhkan penanganan atau bantuan darurat.

Kerja sama itu diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kodam XXI/Radin Inten, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (3/9).

Kegiatan tersebut dihadiri para bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu, Forkopimda, serta jajaran Korem 041/Gamas.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan kesepakatan tersebut bukan sekadar seremoni atau dokumen administratif. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bentuk pelaksanaan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu pemerintah daerah.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen dan amanah undang-undang mengenai tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu tugas pemerintah di daerah. TNI lahir dari rakyat dan bekerja sepenuhnya untuk rakyat,” tegas Pangdam.

Melalui program Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih, Kodam XXI/Radin Inten akan mengerahkan potensi personel dan infrastruktur yang dimiliki untuk mendukung berbagai program pembangunan pemerintah daerah.

“Kita fokus pada program yang langsung menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat miskin, terisolir, dan membutuhkan bantuan darurat,” ujar Kristomei.

Keterlibatan personel TNI di lapangan diharapkan dapat mempercepat pengerjaan berbagai program pembangunan, baik fisik maupun nonfisik. Dukungan tersebut diperkuat jaringan Babinsa yang menjangkau hingga desa dan kelurahan, termasuk wilayah terdalam.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu. Rumah warga akan dibantu agar menjadi hunian yang lebih sehat, aman, dan layak ditempati.

Selain RTLH, program tersebut juga mencakup pembangunan infrastruktur prioritas, termasuk jembatan, serta berbagai kegiatan fisik dan nonfisik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XXI/Radin Inten beserta seluruh jajaran TNI atas dukungan terhadap percepatan pembangunan di Bengkulu.

Helmi menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis di tingkat perangkat daerah.

Langkah tersebut diperlukan agar dukungan penganggaran, perencanaan, hingga pelaksanaan program dapat berjalan selaras, akuntabel, dan transparan.

Para bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu juga menyatakan kesiapan mendukung program tersebut, termasuk melalui dukungan anggaran serta pemetaan wilayah yang menjadi prioritas penerima intervensi.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi berlanjut pada pelaksanaan pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat.

Program Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih selanjutnya diharapkan menjadi salah satu upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah miskin dan terisolir.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!