Gambar BengkuluNews

Tiga Tahun Gunakan Gedung Pinjam Pakai, Pelajar SMAN 12 Kaur Memohon ke Gubernur dan Presiden

Alwin Feraro
Tiga Tahun Gunakan Gedung Pinjam Pakai, Pelajar SMAN 12 Kaur Memohon ke Gubernur dan Presiden

Pelajar SMAN 12 Kaur Memohon ke Gubernur dan Presiden

KAUR – Sudah tiga tahun sejak titik lokasi pembangunan gedung SMA Negeri 12 Kaur ditetapkan, namun hingga kini belum ada kepastian kapan pembangunan tersebut akan dimulai. Kondisi ini membuat siswa-siswi SMA Negeri 12 Kaur bersama-sama menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.

Permohonan itu disampaikan di lokasi peletakan batu pertama SMAN 12 Kaur di Desa Bukit Indah, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur,  .usai memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Selasa (28/10/2025).

Para siswa berharap Presiden Prabowo dan Gubernur Helmi Hasan mendengarkan keluhan mereka, sebab hingga saat ini belum ada informasi terkait pelaksanaan pembangunan gedung sekolah yang sudah lama mereka nantikan.

Saat ini, proses belajar mengajar masih dilakukan di gedung pinjaman milik SD Negeri 144 dan SMP Negeri 22 Kaur. Kondisi bangunannya pun memprihatinkan: atap bocor, meja dan kursi rusak, serta jumlahnya tidak mencukupi. Bahkan, satu ruang kelas terpaksa dibagi dua menggunakan triplek dan bambu agar menampung seluruh siswa, sehingga ruang belajar menjadi sempit dan jauh dari kata layak.

“Kepada Pak Presiden dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, kami siswa-siswi SMA Negeri 12 sangat berharap agar sekolah kami segera ada pembangunan gedung, agar kami mendapatkan pendidikan yang layak, kami bisa belajar dengan baik dan nyaman, karena kami yakin pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan belajar yang mendukung.”

Di waktu yang sama, Kepala SMAN 12 Kaur, Japilus, M.T.Pd., menyampaikan bahwa sebanyak 130 siswa SMAN 12 Kaur merupakan pemuda-pemudi harapan bangsa yang memiliki semangat tinggi untuk menuntut ilmu.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan — mulai dari akses jalan yang masih berupa tanah licin hingga belum memiliki gedung sendiri — Japilus meyakini bahwa keberadaan SMAN 12 Kaur di daerah perbukitan dan perkebunan Kecamatan Nasal menjadi penyelamat bagi anak-anak agar tidak putus sekolah dan tetap memperoleh pendidikan yang layak.

“Di wilayah perkebunan ini mereka betul-betul antusias untuk mendapatkan pendidikan, anak-anak kita ini punya semangat dan perjuangan yang luar biasa untuk sekolah,” ucap Japilus.

Japilus menambahkan, pembangunan gedung SMAN 12 Kaur sebenarnya telah direncanakan sejak Januari 2024, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur sebelumnya, Rohidin Mersyah. Namun hingga kini, di masa kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan tersebut.

“Walaupun begitu saya akan tetap berjuang memenuhi hajat anak-anak kita di sini, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” tegas Japilus.

Ia berharap pemerintah provinsi segera menanggapi dan peduli terhadap kondisi SMAN 12 Kaur, serta mempercepat pembangunan gedung sekolah baru. Menurutnya, sekolah ini menjadi satu-satunya tempat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah terpencil perbukitan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas. (Kom)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!