Logo

Tagana yang Pertama Kali Temukan Siswa Tenggelam

Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu,  Rusdi Bakar,  saat menunjukan tim Tagana yang pertama kali menemukan korban tenggelam di Pantai Panjang (7/11)

Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar, saat menunjukan tim Tagana yang pertama kali menemukan korban tenggelam di Pantai Panjang (7/11)

bengkulunews.co.id – Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang dibentuk oleh Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu menunjukan kesigapannya. Anggota Tagana merupakan pihak yang pertama menemukan mayat siswa sekolah dasar yang tenggelam di Pantai Panjang, Minggu (06/11).

Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar, mengatakan, sejak terdengar informasi ada orang yang tenggelam di Pantai Panjang, pihaknya cepat menurunkan tim Tagana ke lokasi kejadian untuk membantu dan menyiapkan segala yang dibutuhkan termasuk tenda.

“Tim tagana sudah mendirikan tenda dengan personil 10 orang di lokasi guna membantu pencarian korban,” katanya.

Dia juga menambahkan, untuk diketahui pihak yang pertama kali menemukan mayat adalah anggota tim Tagana. Ini sebuah prestasi bagi Dinsos, karena telah terbukti menciptakan tim Tagana yang cepat tanggap.

“Untuk menghindari informasi yang simpang siur, kami menyampaikan, pihak yang pertama kali menemukan mayat tersebut adalah tim Tagana,” tambah Rusdi sambil menunjuk anggota tim Tagana yang menemukannya.

Disamping itu, anggota Tagana yang pertama kali menemukan mayat siswa SD yang tengelam itu, Handika Nopriansyah Putra, mengatakan, dirinya bersama tim melakukan pemantauan terus-menerus ke pinggir pantai hingga malam hari.

“Pada malam itu kami tidak bisa tidur karena tenda sudah penuh oleh keluarga korban. Sehingga saya dan rekan memutuskan untuk melakukan pencarian dipinggir pantai. Tepat pukul 01. 15 WIB (7/11) saya melihat mayat korban sudah tergelatak di pinggir pantai. Saya angkat dan beritahu tim lain serta keluarga” ujar Dika, panggilan akrabnya.(cw1)