Logo

Pelajar Kalahkan Pegawai Swasta untuk Urusan Investasi Saham, ASN Paling Sedikit

Kepala Kantor BEI Bengkulu, Marina Rasyada

Kepala Kantor BEI Bengkulu, Marina Rasyada

BENGKULU – Bursa Efek Indonesia perwakilan Bengkulu merilis data Single Investor Identification (SID) yang masih didominasi oleh pelajar. Posisi itu diikuti oleh pegawai swasta dan pengusaha. Sementara ASN paling sedikit.

Kepala Kantor BEI Bengkulu, Marina Rasyada mengatakan jumlah investor di Bengkulu dari tahun 2021 hingga 2022 mengalami kenaikan 36 persen yakni mencapai 49.387 investor dengan jumlah akun saham sebanyak 28.023. Dari jumlah tersebut sebanyak delapan ribu lebih terdata sebagai pelajar.

Secara keseluruhan, kategori usia di bawah umur 30 tahun tercatat masih dominan. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Penrurunan juga disusul dengan penguranan jumlah transaksi tahunan sebanyak 15 persen atau hanya 3.1 triliun di tahun 2022.

Meski begitu, BEI Bengkulu masih berupaya untuk meningkat jumlah investor dengan berbagai cara. Marina menjelaskan, setidaknya ada beberapa strategi yang dibuat yakni pengoptimalan peran masyarakat dalam literasi pasar modal, edukasi publik, sekolah pasar modal, workshop go public dan pendirian galeri investasi.

Cara ini dianggap sukses karena berhasil mendapatkan apresiasi di GI BEI Award dalam kategori GI BEI Non Perguruan Tinggi dengan Kinerja Terbaik dan GI BEI Perguruan Tinggi Teraktif. Keduanya diraih oleh GI BEI Aktiva Bengkulu dan GI BEI Universitas Bengkulu.

Data Kategori Profesi. IDX Bengkulu

Penghargaan GI BEI

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan ada tujuh kategori penghargaan untuk meningkatkan minat investasi di Indonesia. Kategori pertama adalah GI BEI Teraktif berdasarkan Nilai Transaksi, yang dihitung dari nilai transaksi tertinggi selama periode Oktober 2021 sampai dengan Desember 2022.

Kategori ini dimenangkan oleh Politeknik Bisnis dan Pasar Modal (BCM College) Jakarta dengan nilai transaksi Rp2,12 triliun. Dilanjutkan dengan STIE Trisakti (Trisakti School of Management) Jakarta di posisi kedua dengan nilai transaksi Rp1,83 triliun, dan Universitas Ciputra Surabaya di posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp307,67 miliar.

Kategori kedua adalah GI BEI Teraktif berdasarkan Jumlah Penambahan Rekening Efek, dinilai berdasarkan penambahan SID baru terbanyak, dan dimenangkan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta dengan jumlah penambahan rekening efek baru sebanyak 1.861 SID.

Disusul oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan jumlah pertumbahan rekening efek baru sebanyak 774 SID, serta Universitas Halu Oleo Kendari – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di posisi ketiga dengan 664 SID baru di sepanjang periode penilaian.

Kategori ketiga adalah GI BEI Teraktif berdasarkan Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi yang memiliki 4 kriteria penilaian, yaitu jumlah kegiatan, jenis kegiatannya, kedisiplinan pelaporan bulanan, dan tingkat kooperatifnya dalam bekerja sama.

Kategori ini dimenangkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pemenang kedua adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Sunan Ampel Surabaya, serta pemenang ketiga adalah Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.

Kategori keempat untuk GI BEI Teraktif berdasarkan Pengembangan dan Inovasi Kegiatan dinilai berdasarkan 4 kriteria, yaitu cakupan kegiatan, orisinalitas (inovasi), dampaknya, dan kemudahan inovasi tersebut diterapkan oleh GI BEI lain. Kategori ini dimenangkan oleh Institut Agama Islam Negeri Madura dengan inovasi yang dilakukan adalah Penerbitan Kamus Pasar Modal Bahasa Indonesia/Inggris – Madura.

Di Penghargaan GI BEI 2023, BEI juga kembali memberikan apresiasi kepada 3 Anggota Bursa Mitra GI BEI dengan Kinerja Terbaik yaitu PT Phintraco Sekuritas, PT MNC Sekuritas, dan PT Indo Premier Sekuritas.

Kategori penghargaan keenam diberikan oleh BEI kepada 3 GI BEI Non Perguruan Tinggi dengan Kinerja Terbaik yakni GI BEI Aktiva Bengkulu di urutan pertama, GI BEI Desa Sidorejo di urutan kedua, dan GI BEI Swarane Kopi Tjoean Bekasi di urutan ketiga.

Dalam penghargaan kali ini, BEI juga memberikan apresiasi dan sekaligus menjadi kategori penghargaan yang ketujuh. Penghargaan ini diberikan kepada 30 GI BEI teraktif di masing-masing 30 Kantor Perwakilan BEI dari Aceh hingga Papua.