Logo

Laut Bengkulu Tawarkan Spot Surfing Bertaraf Internasional

Peselancar Bengkulu. Foto, Dok

Peselancar Bengkulu. Foto, Dok

BENGKULU – Provinsi Bengkulu adalah sebuah daerah yang dikenal menyimpan segudang wisata. Tidak main-main, daerah berjuluk ‘Bumi Rafflesia’ ini kini menjadi target pengembangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena potensinya yang menawan.

Salah satu objek wisata ikonik yang ada di Bengkulu adalah pantai panjang. Pasir putih dengan gelombang laut yang menghadap Samudra Hindia ini bahkan sangat disukai oleh peselancar asing. Bukan tanpa alasan, ombak di Bengkulu dianggap memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ombak di tempat lain.

Ketinggian ombak yang mencapai lebih dari lima meter disebut menantang para peselancar internasional untuk meluncur di atas laut Bengkulu. Para wisatawan juga dapat memilih untuk berselancar di spot yang diinginkan.

“Kalau spot yang paling terkenal ada di Pantai Panjang, Tapak Paderi dan daerah sekitar lentera,” kata salah satu anggota Bengkulu Rafflesia Surf Association (Beraso), Nichola Alfa Saputra pada bengkulunews.co.id, Sabtu (9/04/2022).

Peselancar Bengkulu. Foto, Dok

Peselancar asing biasanya mengunjungi Bengkulu pada Mei hingga Agustus setiap tahunnya. Waktu ini dianggap cocok untuk berselancar karena ketinggian ombak sedang mencapai puncak. Tidak heran jika di rentang waktu ini banyak wisatawan asing memenuhi pantai Bengkulu.

“Kalau di Bengkulu bisa surfing-nya setiap hari, karena memang pantainya juga mendukung. Kalau untuk se Indonesia mulai bulan lima sampai bulan delapan. Dalam jangka waktu ini, tamu (Luar Negeri) lagi masuk-masuknya ke kota kita,” ujar Alfa.

Tidak hanya untuk peselancar profesional, beberapa spot surfing di Bengkulu juga ramah untuk pemula. Komunitas peselancar lokal mencatat ada beberapa titik yang bisa digunakan untuk latihan.

Secara keseluruhan, para peselancar ini membagi wilayah surfing menjadi tiga kategori dengan tingkat kesulitan yang berebeda. Mulai dari level mudah yang diperuntukkan bagi peselancar baru, hingga level sulit untuk peselancar berpengalaman.

“Di Bengkulu hampir semua pantai bisa dimainin tapi ada yang level difficult atau susah dan ada yang medium,” kata Alfa.

Peselancar Bengkulu. Foto, Dok

Salah satu titik yang dikenal aman untuk peselancar pemula yakni berada di areal Batu Tahu di sekitar Objek Wisata Tapak Paderi. Titik ini bahkan pernah disebut sebagai titik surfing teraman se Asia Tenggara. Lokasinya bisa ditempuh hanya dalam waktu sepuluh menit dari pusat kota.

“Karena ini tidak jauh dari bibir pantai dan kita sampai di point surfing itu tidak terlalu dalam. Jadi di situ adalah tempat teraman buat latihan,” jelas Alfa.

Sedangkan untuk di level sulit, ukuran ombak di Bengkulu terbilang cukup tinggi. Peselancar profesional biasanya telah dibekali kemampuan untuk menganalisa kapan waktu teraman untuk meluncur.

“Emang sebetulnya kita surfing itu cari ombak segede-gedenya tapi waktu teraman. Jadi misalnya pasang penuh. Kalau di Tapak Paderi tidak bisa main karena ombaknya bakal flat (Datar). Kalau terlalu surut nanti kurang begitu jauh pemanasanya,” kata Alfa.