Gambar BengkuluNews

Kredit Konsumsi Dominasi Penyaluran Pembiayaan di Bengkulu

Alwin Feraro
Kredit Konsumsi Dominasi Penyaluran Pembiayaan di Bengkulu

Ilustrasi. AI Generated

Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh kredit konsumsi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), komposisi kredit konsumsi mencapai 53 persen dari total penyaluran kredit, sementara kredit produktif tercatat sebesar 47 persen.

Dari porsi kredit produktif tersebut, sekitar 44 persen disalurkan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Dominasi kredit konsumsi ini menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan masyarakat Bengkulu masih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, meskipun sektor perbankan terus mendorong peningkatan pembiayaan pada sektor produktif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Meski komposisi kredit masih didominasi sektor konsumsi, secara umum kinerja sektor perbankan di Bengkulu tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Data OJK mencatat bahwa secara agregat total aset perbankan meningkat sebesar 6,38 persen secara tahunan, diikuti dengan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,58 persen serta penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 5,12 persen.

Selain itu, perkembangan pasar modal di Bengkulu juga menunjukkan peningkatan signifikan. Jumlah investor saham hingga Desember 2025 tercatat mencapai 48.551 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 46,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai transaksi saham di wilayah Bengkulu juga mengalami lonjakan, yakni mencapai Rp855,09 miliar, meningkat 213,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan di Bengkulu masih berada dalam kondisi yang cukup baik dan terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan literasi keuangan masyarakat.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!