Kota Bengkulu Dinyatakan Zero Kasus PMK

BENGKULU – Setelah sempat menghantui sejak beberapa bulan lalu, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Bengkulu akhirnya berhasil mencapai zero kasus atau nol kasus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, Hauliantua Pohan.

Ia mengatakan, salah satu indikator turunnya kasus nol PMK di Kota Bengkulu karena gencarnya petugas kesehatan hewan melakukan pengobatan terhadap ternak sapi milik masyarakat yang sebelumnya terinfeksi PMK.

Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat selaku peternak untuk menjaga kesehatan terhadap ternaknya, juga menjadi pemicu kasus PMK berhasil ditekan dan dapat disembuhkan.

“Di bulan November ini Alhamdulillah kita sudah zero kasus PMK di Kota Bengkulu. Ini tak lepas dari kerja keras tim kesehatan hewan yang gencar melakukan penyuntikan vaksin terhadap hewan-hewan yang terinfeksi PMK dan juga kesadaran para peternak,” kata Hauliantua Pohan, Rabu (23/11).

Sebelumnya, kasus PMK pada ternak sapi di Kota Bengkulu mencapai 122 kasus. Dari jumlah tersebut, sambung Pohan dua hewan dinyatakan mati.

“Sejak ada kasus PMK pada pertengahan bulan Juli yang lalu, kasus yang terdata ada sebanyak 122 ternak terinfeksi PMK. Setelah dilakukan pemeriksaan, 120 kembali sehat, dua ekor lagi mati,” ujarnya.

Kendati demikian, peternak diimbau tetap menjaga kesehatan hewan ternak dengan melakukan berbagai upaya agar ternak tetap terjaga dari berbagai penyakit.

Masih kata Pohan, para peternak yang ingin mendatangkan sapi baru, agar memilihnya dari kawasan zona hijau.

Baca Juga
Tinggalkan komen