Gambar BengkuluNews

HANI 2026, BNNP Bengkulu Gencarkan Aksi Sosial Hingga Kampanye Anti Narkoba

Dwinka Kurniawan
HANI 2026, BNNP Bengkulu Gencarkan Aksi Sosial Hingga Kampanye Anti Narkoba

BENGKULU – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu tidak hanya memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 dengan kegiatan seremonial. Berbagai aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat digelar sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat melalui Gerakan ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai Dari Anak) Bersinar,” BNNP Bengkulu melaksanakan rangkaian kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, relawan, hingga masyarakat umum.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Panjang. Kegiatan ini menjadi simbol ajakan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus membangun pola hidup sehat yang jauh dari penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya itu, BNNP Bengkulu juga menggelar bazar murah di depan Kantor BNNP Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepedulian sosial juga ditunjukkan melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) bekerja sama dengan PMI. Puluhan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Di tengah ramainya Festival Tabot yang menjadi agenda budaya terbesar di Bengkulu, BNNP Bengkulu turut hadir menggelar kampanye anti narkoba. Petugas dan relawan memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkotika, sekaligus mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing.

Kampanye tersebut menyasar berbagai kelompok usia, terutama anak-anak dan remaja yang dinilai menjadi kelompok yang harus mendapatkan perlindungan sejak dini dari ancaman narkoba.

Selain kegiatan edukatif dan sosial, BNNP Bengkulu bersama BNN Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu juga menggelar doa bersama.

Dalam kegiatan tersebut, doa dipanjatkan agar masyarakat Bengkulu dijauhkan dari penyalahgunaan narkoba serta diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang ditimbulkan akibat narkotika.

Doa juga ditujukan bagi para korban penyalahgunaan narkoba yang saat ini sedang menjalani proses rehabilitasi maupun pemulihan agar dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan bakti sosial berupa penyaluran bantuan ke panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala BNNP Bengkulu, Alex S. Soeki, mengatakan peringatan HANI tahun ini menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat lebih peduli terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak hanya berbicara soal penindakan hukum terhadap pelaku peredaran gelap narkotika, tetapi juga bagaimana membangun ketahanan masyarakat agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

“Melalui Gerakan ANANDA Bersinar, kami ingin menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga. Anak-anak harus mendapatkan perhatian, pengawasan, dan pendidikan yang baik agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” kata Alex.

Ia menjelaskan, tema yang diusung tahun ini menempatkan anak sebagai fokus utama dalam upaya pencegahan. Sebab, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama mengambil peran. Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan oleh BNN sendiri. Ini membutuhkan gerakan bersama dan kepedulian semua pihak,” ujarnya.

Alex menambahkan, berbagai kegiatan yang digelar bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan antara BNN dengan masyarakat. Dengan keterlibatan masyarakat yang semakin luas, diharapkan pesan-pesan pencegahan narkoba dapat tersampaikan lebih efektif.

“Harapan kami, masyarakat tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga berani menjadi pelopor dalam pencegahan di lingkungan masing-masing. Jika keluarga kuat, lingkungan kuat, maka generasi yang sehat, cerdas, dan kuat akan benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!