Logo

Dinkes Provinsi Bengkulu Lakukan Antisipasi Penularan Covid 19 Varian EG5

Subvarian baru Eris atau EG.5 dan EG.2 diduga menjadi pemicu kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Dok/BN

Subvarian baru Eris atau EG.5 dan EG.2 diduga menjadi pemicu kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Dok/BN

BENGKULU – Kepala Bidang Penanganan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Ruslian menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah melaksanakan antisipasi penularan Covid 19 varian EG5 atau Eris.

Walaupun jenis varian turunan omicron ini belum ditemukan di Bengkulu, namun Dinkes Provinsi Bengkulu telah bergerak melakukan pemeriksaan bagi pasien yang mengalami gejala serupa covid-19.

“Berdasarkan pantauan tenaga surveilans kita covid eg5 belum ada di Bengkulu. Cuma kita akan sampaikan seluruh RS agar melakukan pemeriksaan bagi pasien-pasien yang memiliki gejala seperti covid 19,” kata Ruslian pada Bengkulunews.co.id Rabu (13/12/23) siang.

Hal tersebut juga berdasarkan surat edaran dari Dirjen P2P kemenkes RI yang ditujukan kepada seluruh Dinkes Provinsi dan Kabupaten Kota tentang antisipasi dengan pemantauan 24 jam oleh tenaga surveilans.

Sedangkan untuk varian covid-19 jenis omicron masih ditemukan 17 kasus sepanjang 2023 di Provinsi Bengkulu, berdasarkan laporan dari aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon).

“Kalau suspek covid sepanjang tahun ini ada 17 kasus dan tidak ada yang meninggal dunia. Sesuai dengan laporan SKDR (Sistem kewaspadaan dini respon) yang dilaporkan oleh tenaga surveilans via whatsapp ke operator SKDR Dinkes kabupaten kota,” tambahnya.

Walaupun varian omicron mengalami penurunan dari tahun tahun lalu. Dan belum ditemukannya varian EG5 atau Eris, Ia menghimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan.

“Kami meminta masyarakat mengantisipasi, bila sedang sakit batuk harus menggunakan masker. Kemudian yang belum vaksin maupun belum lengkap agar segera divaksin. Serta melakukan PHBS (Prilaku hidup bersih dan sehat) yakni cuci tangan pakai sabun. , tidak merokok, tidak minum alkohol, banyak minum air putih, hindari stres dan lainnya,” demikian Ruslian.