Logo

Dewan Tolak Pengadaan Mobnas Lurah

Karena Masih Ada Jalan Rusak, Anak Putus Sekolah, Orang Miskin

BENGKULU, BN – Masih ditemukannya jalan rusak, ada anak putus sekolah dan masih adanya orang miskin tak tersentuh jaminan sosial di Kota Bengkulu menjadi alasan Waka II DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain menolak rencana Pemkot Bengkulu terhadap pengadaan mobil dinas (Mobnas) bagi 67 lurah se-Kota Bengkulu.

Menurutnya mengelola daerah harus ada skala prioritas. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bengkulu harusnya lebih responsif terhadap kebutuhan yang menjadi skala prioritas dalam mengambil kebijakan politik anggaran. Lalu objektif dalam menentukan kebutuhan dan orientasi pengadaan barang dan jasa harus selaras dengan kebutuhan roda pemerintahan.

“Misalnya jumlah penduduk tahun 2015 di Selebar 76.314 jiwa, tapi di Teluk Segara 29.471 jiwa. Penduduk Pagar Dewa padat, Tanjung Agung agak lebar. Persoalan Sumber Jaya kebanyakan berhubungan dengan laut, tapi di Tanjung Jaya beda lagi. Terus gunanya mobil buat Kepala Lurah apa?” kata Teuku, seperti dilansir pedomanbengkulu.com. Baginya, untuk tahun ini prioritaskan dulu pemberian jaminan sosial rakyat.

Sebelumnya, Kadis Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKA) Kota Bengkulu M. Sofyan mengatakan, pada APBD P nanti akan mengusulkan pengadaan mobnas bagi 67 lurah se-Kota Bengkulu. Setelah sebelumnya ada pengadaan mobnas baru anggota dewan, pejabat eselon II dan pejabat eselon III. Lalu tahun ini 9 camat se-Kota Bengkulu juga akan mendapatkan mobnas baru jenis Toyota Avanza. (126)