
Pelukis asal Bengkulu Yuni Daud akan menjadi salah satu wajah Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026
Nama pelukis asal Bengkulu Yuni Daud akan menjadi salah satu wajah Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 yang digelar pada 11–13 September 2026 di Rhein Main Congress Center (RMCC), Wiesbaden, Jerman. Ia menjadi satu dari 27 perupa Indonesia yang terpilih mengikuti pameran seni rupa kontemporer bergengsi tersebut melalui Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP).
Bagi Yuni, kesempatan ini merupakan perjalanan panjang yang dibangun dari ketekunan berkarya. Perempuan bernama lengkap Yuni Darlena itu dikenal melalui lukisan-lukisan bergaya naturalis yang banyak mengangkat lanskap alam, bunga, serta figur manusia dengan sentuhan emosi yang kuat.
Perjalanannya sebagai seniman tidak selalu mudah. Setelah mengalami gangguan pada tulang belakang yang membuatnya harus menggunakan kursi roda, Yuni justru menemukan kembali semangatnya melalui seni lukis. Ia terus belajar secara otodidak, mengasah teknik dan membangun karakter karyanya hingga akhirnya mendapat kesempatan memperkenalkan karyanya kepada publik internasional.
Dalam pameran di Jerman nanti, Yuni akan membawa lukisan berjudul “When You Love Lilies” (2023), sebuah karya akrilik di atas kanvas berukuran 50 x 60 sentimeter. Melalui bunga lili, ia ingin menyampaikan makna tentang ketenangan, keindahan, dan harapan yang lahir dari hal-hal sederhana dalam kehidupan.
Meski menjadi bagian dari pameran internasional, Yuni mengaku yang paling penting baginya bukan sekadar tampil di luar negeri. Ia berharap karya yang dibawanya mampu membangun kedekatan dengan siapa pun yang melihatnya.
“Semoga karya-karya yang dipamerkan dapat menyentuh hati para pengunjung, menginspirasi mereka, dan menumbuhkan kecintaan terhadap alam serta nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal,” ujar Yuni.
Keikutsertaan Yuni menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bengkulu. Di tengah persaingan dunia seni yang semakin terbuka, ia berhasil lolos melalui proses kurasi independen NSIAP, sebuah program yang didirikan seniman Indonesia yang bermukim di Jerman, Niluh Swati, untuk membuka akses seniman Tanah Air ke pasar seni Eropa.
Menurut Niluh Swati, masih banyak seniman Indonesia yang memiliki kualitas karya tinggi, tetapi belum memiliki kesempatan menjangkau pasar internasional karena keterbatasan jaringan, informasi, dan biaya. Melalui NSIAP, para peserta tidak hanya difasilitasi untuk berpameran, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai standar profesional yang dibutuhkan dalam dunia seni internasional.
Keikutsertaan Yuni Daud di ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 bukan sekadar tentang membawa satu karya ke Jerman. Lebih dari itu, ia membawa nama Bengkulu dan Indonesia ke hadapan kurator, kolektor, galeri, serta pecinta seni dari berbagai negara. Sebuah langkah yang diharapkan membuka jalan bagi semakin banyak seniman Indonesia untuk mendapat tempat di panggung seni dunia.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!