Benarkah Fomepizole Dapat Jadi Penawar DEG dan ET Penyebab Gagal Ginjal Akut?

Penulis : Cindy

Foto: Badan POM

Penyakit gagal ginjal akut saat ini menjadi momok bagi masyarkat Indonesia, bagaimana tidak sebanyak 118 kasus kematian akibat gagal ginjal akut. Pemerintah mengupayakan beberapa Langkah agar penyakit tersebut dapat terminimalisir, salahsatunya dengan menyetok obat Fomepizole yang dikirim dari Australia dan Singapura.

Fomepizole sendiri merupakan obat antidotum (penangkal racun) yang digunakan pada beberapa kasus keracunan senyawa antibeku (etilen glikol) dan methanol. Zat ini terkandung pada pelarut, bensin dan senyawa otomotif atau rumah tangga lainnya.

Selain itu biasanya Fomepizole juga digunakan bersamaan dengan prosedur cuci darah (hemodialisis) untuk mengeluarkan racun dari tubuh.

Cara kerjanya Ialah mengubah etilen glikol menjadi glikoaldehida yang nantinya mengalami oksidasi menjadi glikolat, glioksilat dan oksalat. Glikolat dan Oksalat sendiri bertanggung jawab terhadap asidosis metabolic serta kerusakan ginjal akibat ET dan DEG.

Biasanya pemberian dosis Fomepizole akan dilakukan oleh klinik atau rumah sakit melalui injeksi pada pembuluh darah vena (intravena).

Dengan dosis dewasa 15 miligram atau kilogram berat bada, lalu pada dosis selanjutnya adalah 10 miligram atau kilogram berat badan per 12 jam selama kurun waktu 48 jam sebanyak 4 dosis.

Lalu berlanjut ke 15 miligram atau kilogram berat badan per 12 jam sekali, sampai kadar metilen glikol atau metanol pada serum di bawah 20 mg/100 ml. Setiap pemberian dosis dilakukan dengan cara infus dengan kecepatan lambat selama kurang lebih 30 menit.

Sedangkan untuk pasien gagal ginjal pemberian dosis dilihat dari memburuknya tingkat keasaman dalam tubuh (asidosis metabolic) atau konsentrasi serum etilen glikol aatau methanol sebanyak 50 miliogram/dl ke atas.

Serta perlu dilakukan cuci darah (hemodialisis), dengan frekuensi pemberian ditingkatkan menjadi setiap empat jam selama menjalani cuci darah. Dosis yang diberikan sebelum atau sesudah cuci darah ditentukan berdasarkan dosis terakhir diberikan atau durasi cuci darah.

Obat ini juga menimbulkan beberapa dampak, bagi penggunanya seperti :

  1. Sakit kepala
  2. Mual
  3. Pusing
  4. Mengantuk
  5. Iritasi vena
  6. Sakit punggung
  7. Demam
  8. Hingga sakit perut.

Adapun beberapa hal yang harus diperhartikan sebelum mengkonsumsi Fomepizole dan harus disampaikan pada dokter yakni :

  1. Memberitahu pada dokter jika anda pernah memiliki Riwayat alergi obat atau reaksi terhadap Fomepizole sebelumnya.
  2. Adanya Riwayat atau sedang mengalami penyakit hati dan ginjal.
  3. Mengkonsumsi alkohol.
  4. Sedang hamil maupun meyusui.
  5. Perhatikan hal-hal berikut sebelum mengkonsusmsi obat, pastikan melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter.
Baca Juga
Tinggalkan komen