Logo

Tahapan Menjadi Investor dan Memulai Investasi Saham

Ilustrasi

Ilustrasi

BENGKULU – Investasi saham kini menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kekayaan maupun asset. Proses yang cukup mudah dan tanpa risiko yang besar membuat investasi kini diminati, khususnya bagi pemuda.

Tapi investasi saham bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya. Seorang investor saham tidak cukup hanya membeli salah satu saham lalu membiarkannya berkembang dengan sendirinya.

Seorang investor juga harus mengetahui beberapa hal seperti analisis fundamental, teknikal serta informasi lain yang berhubungan dengan perkembangan pasar modal.

Bagi yang berminat untuk menjadi seorang investor saham, bengkulunews.co.id mencoba merangkum beberapa tahapan yang harus dilalui;

1. Memahami apa itu saham

Dilansir dari laman idx.co, saham merupakan salah satu surat berharga yang diperjualbelikan di pasar modal. Saham merupakan bukti kepemilikan atau penyertaan modal dalam sebuah perusahaan atau perseroan terbatas.

Dalam investasi saham, ada beberapa hal yang bisa membuat investor memperoleh untung, yakni melalui dividen atau pembagian Keuntungan Perusahaan kepada Pemegang Saham dan capital gain atau keuntungan ketika kita menjual saham lebih tinggi dari harga beli.

2. Mendaftar di perusahaan sekuritas

Langkah selanjutnya yakni mendaftar di perusahaan sekuritas. Perusahaan ini adalah perantara antara calon investor dan pasar modal. Jadi pembelian saham dapat dilangsungkan melalui layanan yang disediakan oleh perusahaan tersebut.

Di Indonesia, ada banyak perusahaan sekuritas yang sah. Calon investor dapat memilih salah satu diantara perusahaan yang ada lalu mengisi formulir dan identitas diri.

Perusahaan ini biasanya juga memberikan informasi serta layanan konsultasi bagi calon investor agar tidak salah langkah dalam membeli saham.

3. Menetapkan saham yang diinginkan

Menetapkan saham yang diinginkan umumnya dilandasi oleh beberapa faktor. Para calon investor bisa memutuskan untuk membeli saham dengan tujuan untuk memperoleh dividen atau hanya menginginkan capital gain dalam waktu relatif singkat.

Keputusan ini nantinya akan mempengaruhi jenis saham apa yang ingin dibeli oleh calon investor. Biasanya perusahaan sekuritas merekomendasikan investor pemula untuk investasi saham di perusahan yang sulit terpengaruh dengan gejolak pasar.

Ini dilakukan untuk langkah awal agar calon investor tidak mengalami kerugian karena minimnya pengetahuan.

4. Menyiapkan dana

Investasi saham itu mudah jika dijalani dengan benar. Bukan tidak berisiko, tapi calon investor bisa menghindari potensi kerugian dengan cara menggali informasi lebih dalam mengenai pasar modal.

Namun dari banyak kasus, kerugian yang dialami calon investor kadang bukan dari aktivitas perdagangan saham yang ia lakukan, melainkan sumber dana yang digunakan untuk membeli saham.

Sekali lagi, investasi saham bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya dalam waktu dekat. Investasi saham itu adalah soal kesabaran dan analisis. Jadi dana yang digunakan harus benar-benar bebas.

5. Membeli saham

Setelah melakukan analisis, konsultasi dengan perusahaan sekuritas dan berbagai pertimbangan lain, calon investor dapat memulai untuk membeli saham.

Umumnya, perusahaan sekurtias menyediakan semacam aplikasi untuk melihat perkembangan saham berikut dengan daftar harganya. Saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang menjual sahamnya dengan harga murah.

Jika memiliki dana yang sedikit dapat memulainya dengan membeli saham yang lebih murah. Setelah itu calon investor dapat menunggu harga saham tersebut bergerak.