
Dr. Agus Syabarrudin (Direktur Utama Bank Banten) pada pembukaan kegiatan Business Performance Review (BPR) Q2. Sumber: Bank Banten
Nama Dr. Agus Syabarrudin mulai mencuri perhatian dalam proses penjaringan calon Direktur Bank Bengkulu. Figur bankir senior ini dikenal memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan nasional, terutama dalam pengelolaan bank daerah.
Ia dikenal menekankan pendekatan manajemen berbasis PDCA (Plan–Do–Check–Action) sebagai kerangka kerja utama dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan organisasi, dengan fokus pada siklus perbaikan berkelanjutan dan mengintegrasikan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya yang berkaitan dengan keberlanjutan, tata kelola, dan dampak sosial ekonomi.
Pendiri dan Chairman Indonesia Islamic Global Market Association (IIGMA) ini kini menjabat sebagai Executive Vice President di Bank JTrust Indonesia. Ia sebelumnya pernah menduduki posisi strategis sebagai Direktur Utama di sejumlah bank daerah, termasuk Bank Banten dan Bank Kalsel.
Karir
Pria yang lahir di Jakarta pada 31 Agustus 1966 ini memulai karier di sektor perbankan internasional melalui DBS Buana Tat Lee Bank (1991–1994) dengan fokus pada operasional transaksi perdagangan luar negeri, termasuk remittance, collection, dan aktivitas ekspor-impor. Pengalaman ini menjadi fondasi awal dalam memahami sistem transaksi perbankan global.
Ia lalu memperluas keahlian di bidang investasi dan pasar keuangan saat bergabung dengan ABN AMRO Asset Management (1997–2004). Pada periode ini, ia menangani pengembangan bisnis di instrumen pasar uang, obligasi, saham, derivatif, serta pengelolaan kontrol treasury dan likuiditas lintas negara.
Memasuki fase perbankan nasional dan syariah, ia berkarier di Bank Syariah Mandiri (2004–2006) dengan fokus pada pengembangan produk, layanan, serta inovasi channel perbankan syariah. Setelah itu, ia melanjutkan peran strategis di Bank Danamon (2006–2014) sebagai bagian dari pengembangan strategi bisnis unit syariah, termasuk perluasan jaringan distribusi dan penguatan layanan ritel.
Puncak kariernya berada pada level kepemimpinan bank daerah sebagai Direktur Utama, yakni di Bank Kalsel (2019–2021). Saat itu ia mampu memperoleh berbagai capaian kinerja. Seperti peningkatan laba bersih hingga sekitar 55%, pertumbuhan kredit yang berada pada level double digit, serta perbaikan signifikan pada kualitas aset dengan rasio NPL.
Selain kinerja finansial, periode ini juga ditandai dengan penguatan tingkat kesehatan bank dari kategori yang lebih rendah menjadi kondisi yang lebih sehat. Transformasi internal juga dilakukan melalui pendekatan budaya kerja “Speed and Comply”, yang menekankan keseimbangan antara percepatan kinerja bisnis dan kepatuhan terhadap prinsip tata kelola perbankan.
Atas keberhasilan itu, Agus kemudian dipercaya untuk memimpin Bank Banten Tbk (2021–2022). Ia tercatat berhasil melakukan transformasi kelembagaan, penguatan tata kelola, serta upaya peningkatan kinerja dan kesehatan bank.
Capaian-capaian positif itu membuat namanya berhasil memperoleh sejumlah penghargaan. Seperti penghargaan Good Corporate Governance (GCG) Nasional, penghargaan Risk Management Excellence, penghargaan kinerja bank daerah terbaik, penghargaan layanan dan digitalisasi perbankan.
Pendidikan
Ketua organisasi olahraga Persejasi (walking football) Provinsi Banten ini memiliki latar pendidikan lintas disiplin yang mencerminkan kombinasi antara humaniora, ekonomi syariah, dan pengelolaan lingkungan, serta diperkuat dengan berbagai sertifikasi profesional di sektor perbankan.
Pada jenjang pendidikan formal, ia menempuh:
- S1: Sastra Arab, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (1990)
- S2: Magister Sains Perbankan Syariah, Universitas Indonesia (2005)
- S3: Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Lambung Mangkurat (2020), dengan predikat cumlaude
Selain pendidikan akademik, ia juga mengembangkan kompetensi melalui berbagai sertifikasi profesional di bidang perbankan dan keuangan, antara lain:
- Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan (BSMR Level 5)
- Sertifikasi Treasury Level Advanced
- Sertifikasi Assessor Manajemen Risiko BNSP
- Sertifikasi Nazhir Wakaf
- Berbagai pelatihan eksekutif dari lembaga seperti LPPI, INSEAD Singapore, ESQ Leadership, serta institusi regulator dan perbankan nasional
Agus juga aktif dalam dunia akademik dengan karya seperti:
- Publikasi jurnal internasional Scopus Q1 dan Q3
- Penelitian tentang digitalisasi perbankan
- Kajian motivasi kerja dan organisasi
- Buku ber-ISBN tentang pembiayaan dan ekonomi masyarakat

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!