Gambar BengkuluNews

Banjir Lebong Berdampak pada 3.611 Jiwa, Gubernur Salurkan Bantuan Rp102 Juta

Alwin Feraro
Banjir Lebong Berdampak pada 3.611 Jiwa, Gubernur Salurkan Bantuan Rp102 Juta

Gubernur Helmi Hasan saat memberiikan bantuan di Kabupaten Lebong. MC

Helmi Hasan menyalurkan bantuan senilai Rp102 juta bagi korban banjir bandang di Kabupaten Lebong. Bantuan tersebut berupa paket sembako dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, merendam permukiman warga, serta memutus akses jalan di sejumlah desa. Sejumlah wilayah dilaporkan sempat terisolasi.

Data yang dihimpun mencatat sebanyak 1.183 kepala keluarga atau 3.611 jiwa terdampak. Selain itu, 10 sekolah dan lima sumber air bersih mengalami kerusakan. Warga juga mengalami kerugian berupa rusaknya kendaraan, hilangnya bahan pangan, serta terganggunya aktivitas ekonomi.

Gubernur Helmi Hasan menyampaikan bahwa keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas pada masa tanggap darurat.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami ingin memastikan warga tetap mendapatkan kebutuhan pangan dan layanan kesehatan,” ujar Ketua Ikatan Alumni Universitas Bengkulu tersebut.

Menurut Gubernur, bantuan sembako ditujukan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat terdampak banjir. Layanan kesehatan disiapkan untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir, seperti infeksi kulit, diare, dan gangguan pernapasan.

Sementara itu, Bupati Lebong, Azhari, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Bapak Gubernur. Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami yang terdampak bencana,” kata Azhari.

Pemerintah Kabupaten Lebong melakukan penanganan berupa pendataan warga terdampak, pembersihan wilayah, serta pemulihan akses jalan yang sempat terputus. Sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat longsor mulai dibuka secara bertahap.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan seiring kondisi cuaca yang belum stabil.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan saling membantu. Semangat gotong royong sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini,” tambahnya.

Dalam penanganan darurat, bantuan juga disalurkan oleh organisasi perangkat daerah dan lembaga terkait. Dinas Sosial menyalurkan tenda serbaguna, selimut, kasur, makanan anak, serta kursi roda. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan 1.500 paket sembako, bantuan tunai, serta beras dan bahan pokok untuk dapur umum.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menyalurkan kebutuhan logistik untuk posko induk. Dinas Kesehatan menyediakan obat-obatan, makanan tambahan, dan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Penanganan banjir bandang di Kabupaten Lebong masih berlangsung, mencakup pemenuhan kebutuhan darurat dan pemulihan kondisi di wilayah terdampak.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!