Gambar BengkuluNews

395 Warga Mengungsi, Polri Bantu Selamatkan Harta Benda dari Lahar Semeru

Dwinka Kurniawan
395 Warga Mengungsi, Polri Bantu Selamatkan Harta Benda dari Lahar Semeru

BENGKULU – Polri bergerak cepat di garis depan penyelamatan warga terdampak banjir lahar dingin di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Sejak pagi, personel Polres Lumajang bersama BPBD, TNI, perangkat desa, dan relawan menyisir pemukiman untuk mengevakuasi warga serta mengamankan harta benda di sepanjang Desa Besuk Kobokan hingga Besuk Regoyo.

Akses menuju lokasi terdampak sempat tertutup material vulkanik. Banyak warga kesulitan memindahkan barang berharga karena jalur dipenuhi lumpur dan batu. Di tengah situasi itu, kehadiran personel Polri menjadi penopang utama, membantu menyelamatkan dokumen penting, elektronik, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan usaha.

“Sebanyak 395 warga mengungsi di tiga titik di Dusun Sumber Langsep. Ada laki-laki, perempuan, ibu hamil, anak-anak hingga bayi. Kami memastikan seluruhnya berada di lokasi aman,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar.

Total 90 personel Polri diterjunkan dalam operasi kemanusiaan ini. Mereka bekerja menembus lumpur tebal dan sisa material vulkanik.

Banyak barang milik warga harus dipikul secara manual karena kendaraan tak bisa masuk. Untuk barang besar, kendaraan dinas Polri pun dipaksa menembus aliran lahar agar harta warga tidak hilang sebelum kondisi memburuk.

Polri juga memprioritaskan evakuasi kelompok rentan. Sejumlah anak, lansia, dan ibu hamil harus digendong melewati jalur berlumpur yang tidak mungkin dilalui sendiri.

Aktivitas Gunung Semeru yang berada di Level III (Siaga) menunjukkan peningkatan. PVMBG mencatat 35 kali erupsi dalam enam jam terakhir, dengan asap kawah setinggi 1.000 meter dan hujan di puncak yang memicu aliran lahar.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengingatkan warga untuk menjauhi bantaran sungai dan tidak memasuki area berisiko.

“Aliran lahar bisa datang tiba-tiba. Jika ada peringatan dini, segera evakuasi dan ikuti arahan petugas. Informasi cepat dan akurat sangat menentukan keselamatan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau relawan untuk tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian.

“Situasi di lapangan berubah cepat dan dapat membahayakan siapa pun. Dengan koordinasi yang baik, setiap bantuan bisa disalurkan secara aman dan tepat sasaran,” tambahnya.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!