
Tim Humas Kantor Imigrasi Bengkulu
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu mengikuti kegiatan Zoom Meeting Penguatan Citra Positif Imigrasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat strategi komunikasi publik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Dalam arahannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan bahwa fungsi komunikasi publik harus menjadi prioritas strategis, bukan sekadar pelengkap administrasi ataupun tugas tambahan. Kehumasan merupakan representasi institusi di ruang publik yang berperan membangun wajah organisasi melalui komunikasi yang konsisten, profesional, dan kredibel. Oleh karena itu, setiap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) diminta memberikan perhatian serius terhadap penguatan fungsi kehumasan agar mampu menghadirkan informasi yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut juga ditekankan bahwa media sosial pemerintah harus dimanfaatkan sebagai sarana pelayanan informasi publik, bukan hanya sebagai media dokumentasi kegiatan internal atau laporan kepada pimpinan. Konten yang dipublikasikan harus memberikan manfaat nyata melalui edukasi, informasi layanan, serta berbagai informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi publik tidak hanya menyampaikan aktivitas organisasi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan antara Imigrasi dengan masyarakat.
Sebagai bagian dari strategi penguatan citra positif, Direktorat Jenderal Imigrasi menginstruksikan seluruh UPT untuk meningkatkan publikasi capaian kinerja secara berkala dengan memprioritaskan informasi mengenai pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian, inovasi pelayanan publik, transformasi digital, serta berbagai layanan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Publikasi yang berkualitas diharapkan mampu membentuk opini positif publik terhadap kinerja Imigrasi sekaligus meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian.
Selain memperkuat publikasi, seluruh satuan kerja juga didorong untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari media massa, pemerintah daerah, komunitas, hingga praktisi kehumasan di daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi, menjaga akurasi pemberitaan, serta mencegah terjadinya misinformasi yang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap institusi. Di sisi lain, hubungan yang baik dengan media juga menjadi bagian dari strategi mitigasi krisis komunikasi yang perlu dibangun secara berkelanjutan.
Direktorat Jenderal Imigrasi turut memberikan perhatian terhadap penguatan penanganan pengaduan masyarakat. Seluruh kanal pengaduan diharapkan tetap aktif, responsif, dan mampu memberikan solusi secara cepat dengan mengedepankan empati serta profesionalisme. Setiap pengaduan harus ditindaklanjuti secara optimal, termasuk melakukan eskalasi terhadap isu-isu yang berpotensi berkembang menjadi perhatian publik. Seluruh pelaksanaan strategi komunikasi publik tersebut juga akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala guna memastikan efektivitas implementasinya di setiap wilayah kerja.
Melalui penguatan komunikasi publik ini, Direktorat Jenderal Imigrasi terus mendorong seluruh jajaran untuk menghadirkan pelayanan informasi yang transparan, edukatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Komitmen tersebut selaras dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, di mana setiap pelayanan, pengawasan, dan penyampaian informasi dilaksanakan secara profesional guna menghadirkan Imigrasi yang semakin dipercaya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!