Ketum SMSI Berkomunikasi Dengan Menkominfo Tangkal Hoax di Pilkada 2018

JAKARTA – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Teguh Santosa mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, tentang penyelenggaraan pilkada dan pemilu yang bebas dari kabar bohong dan ujaran kebencian. Dalam komunikasi tersebut, kata Teguh, Menkominfo menegaskan akan menggelar rapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu untuk mengantisipasi hal negatif dari media massa selama proses Pilkada berlangsung.

”Pak Menkominfo mengatakan bahwa malam ini (Selasa, 9/) dirinya akan menggelar rapat bersama KPU dan Bawaslu untuk memitigasi dan mengantisipasi hal-hal negatif dari media massa dalam proses pilkada,” ujar Teguh.

Selain itu, sambung Teguh, dirinya juga menyampaikan komitmen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), untuk menjaga ruang redaksi sehingga terbebas dari hoax atau kabar bohong, fitnah dan ujaran kebencian khususnya dalam penyelenggaraan pilkada serentak tahun ini serta pemilu dan pilpres di tahun yang akan datang.

”Saya sampaikan kepada beliau bahwa SMSI telah menyerukan kepada anggota SMSI untuk meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak terjebak dalam pusaran hoax dan ujaran kebencian,” sampai Teguh.

Teguh juga menyerukan kepada seluruh anggota SMSI untuk menjaga kode etik dan berperan sebagai penyaring informasi yang disebar ke masyarkat, khususnya melalui media sosial. Pasalnya, lanjut Teguh, tidak semua informasi yang beredar di media sosial bersifat faktual. Bahkan, tidak sedikit informasi melalui media sosial yang diproduksi pihak tertentu untuk sekadar menghancurkan kredibilitas pihak lain. Termasuk di dalamnya dengan menggunakan akun anonim yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

”Ruang redaksi media siber yang menghormati kode etik jurnalistik berperan sebagai clearing house yang membantu masyarakat untuk mengetahui mana informasi atau kabar bohong dan mana yang faktual,” demikian Teguh.

Baca Juga
Tinggalkan komen