Gambar BengkuluNews

Kemenimipas Perkuat Penyelamatan Arsip Bernilai Sejarah sebagai Memori Kolektif Bangsa

Alwin Feraro
Kemenimipas Perkuat Penyelamatan Arsip Bernilai Sejarah sebagai Memori Kolektif Bangsa

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus memperkuat komitmen dalam menjaga sejarah dan identitas kelembagaan melalui penataan serta penyelamatan arsip yang memiliki nilai historis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Registrasi Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2027 yang digelar secara hybrid dari Ruang Rapat Lantai 7 Gedung Kemenimipas, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Sekretariat Jenderal Kemenimipas ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam mengidentifikasi dan menyelamatkan arsip yang memiliki nilai penting bagi sejarah bangsa. Mengusung tema “Identifikasi Arsip yang Berpotensi Menjadi Memori Kolektif Bangsa”, rapat membahas pemetaan, penataan, pelestarian, hingga proses pendaftaran arsip yang merekam perjalanan penting institusi dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rapat tersebut melibatkan pejabat dan pengelola kearsipan dari berbagai unsur di lingkungan Kemenimipas, mulai dari pimpinan biro dan pusat, sekretaris unit utama, kepala kantor wilayah, hingga pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia. Keterlibatan lintas unit ini menjadi langkah penting untuk memastikan arsip bernilai sejarah dapat teridentifikasi, terdokumentasi, dan terselamatkan secara sistematis sehingga tetap dapat menjadi sumber informasi bagi generasi mendatang.

Penguatan tata kelola arsip juga menjadi bagian penting dalam membangun kelembagaan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, upaya tersebut sejalan dengan komitmen Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus memastikan setiap rekam jejak institusi terpelihara dengan baik. Melalui pengelolaan arsip yang profesional, Direktorat Jenderal Imigrasi tidak hanya menjaga memori institusi, tetapi juga memperkuat fondasi pelayanan publik yang responsif, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada semangat Imigrasi untuk Rakyat.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!