Logo
Dempo Xler

Cegah Pencucian Uang, Bank Indonesia Tertibkan KUPVA Ilegal

Konferensi pers yang digelar BI terkait penertiban KUPVA

Konferensi pers yang digelar BI terkait penertiban KUPVA

Konferensi pers yang digelar BI terkait penertiban KUPVA di kantor BI perwakilan Bengkulu

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Untuk mencegah tindak pidana pencucian uang dengan menggunakan jasa valuta asing, Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu mewajibkan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) bukan bank sebagai jasa penukaran uang, memiliki izin dari Bank Indonesia.

Dikatakan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, KUPVA Bukan bank selama ini banyak disalah gunakan oleh para oknum sebagai tempat pencucian uang hasil kejahatan atau pun tindak pidana korupsi.

KUPVA bukan bank merupakan tempat alternatif selain bank untuk menukarkan mata uang asing ke rupiah atau dari rupiah ke mata uang asing. Maka itu, dalam ketentuan Bank Indonesia mewajibkan KUPVA memiliki badan hukum perseroan terbatas dan barulah KUPVA mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bank Indonesia.

“KUPVA wajib memiliki izin dari Bank Indonesia, paling lambat KUPVA mengajukan permohonan tanggal 7 April 2017,” jelasnya, Selasa (21/2/2017).

Sejauh ini, lanjutnya, di Indonesia telah berdiri sebanyak 1.064 KUPVA yang yang telah mengantongi izin dari Bank Indonesia, tetapi di Provinsi Bengkulu hanya ada 1 KUPVA yang berdiri secara resmi yakni PT. Nurtani Jaya yang beroperasi di jalan Suprapto.

“Di Bengkulu terdapat beberapa KUPVA yang beroperasi, namun hanya satu KUPVA saja yang telah mengantongi izin resmi dari Bank Indonesia. Artinya yang lain masih ilegal,” ujarnya.

Dituturkannya juga, pentingnya mengantongi izin resmi dalam mendirikan usaha KUPVA ialah untuk menghilangkan risiko yang akan menimpa customer (konsumen), misalnya adanya risiko uang palsu dan uang kurang saat transaksi di KUPVA.

“Untuk itu KUPVA yang mengantongi izin resmi dari BI kami wajibkan menggunakan sinar ultraviolet untuk meminimalisir risiko yang akan dialami oleh konsumen,” tutur Endang.

Diharapkannya, masyarakat Bengkulu yang ingin melakukan money changer dan bertransaksi ke KUPVA yang resmi dan telah mendapat logo KUPVA dari Bank Indonesia, agar mengurangi kemungkinan risiko.